Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Berwirausaha

0
211

JAKARTA, – Penyuluh pertanian merupakan garda terdepan dalam peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Penyuluh juga memiliki peran dalam mewujudkan swasembada pangan dan penerapan teknologi pertanian modern.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan terus melakukan komunikasi dengan penyuluh untuk mengetahui kondisi terbaru di lapangan secara rutin.

“Penyuluh itu pendamping petani, sumber informasi petani. Jadi jika penyuluh kebanyakan di kota daripada di desa maka rusak ini karena penyuluh harusnya di desa membimbing petani, penyuluh adalah komunikator, penyuluh itu integrator, penyuluh adalah motivator, penyuluh adalah organisator, penyuluh adalah dinamisator. Ini terus saya pantau,” ujar Syahrul.

Senada dengan hal tersebut Kepala Pusat Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya terus berupaya memastikan penyuluh mendukung petani secara teknis pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan, sarana dan prasarana pertanian dan perkarantinaan.

“Selain itu penyuluh juga mendukung program penelitian dengan penyebarluasan teknologi inovasi pertanian melalui media yang efektif menjangkau sasaran luas seperti media audiovisual dan media sosial,” ujar Dedi.

Pada agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 29, yang mengangkat tema Membangun Petani Milenial Berwirausaha, Jumat (12/8), BPPSDMP mengundan dua narasumber, yakni anggota KPPN dan Wakil Bupati Kabupaten Sopeng, Propinsi Sulawesi Selatan, Lutfi Halide dan dosen Universitas IPB, Netti Tinaprilla.

Dalam paparannya, Lutfi mengatakan pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia khususnya kabupaten Soppeng sejak Februari 2020 telah berdampak pada berbagai sektor, salah satunya sektor pertanian, karena merupakan sektor yang melakukan pemenuhan terhadap kebutuhan dasar masyarakat yaitu kebutuhan pangan.

“Berdasarkan data badan pusat statistik, pertumbuhan ekonomi /pdrb kabupaten soppeng tahun 2020 mengalami peningkatan trend positif sebesar 2,19 persen, tertinggi di sul-sel, distribusi pdrb menurut lapangan usaha dari sektor pertanian, perikanan dan kehutanan sebesar 29,31 persen dengan pertumbuhan ekonomi 2,50 persen,” jelas Lutfi.

Ia mengatakana, saat ini diperlukan menumbuhkan minat/animo generasi muda pada sektor pertanian dan sinergitas/kerja sama sektor pendidikan dan sektor pertanian.

Pada bagiannya, Netti Tinaprilla mengajak untuk kaum muda milenial untuk memulai bisnisnya. “Bisnis adalah hak setiap orang Menjadi pebisnis bukanlah genetik, bisnis bisa dimulai kapan saja,” ujar Netti Tinaprilla.

Lebih lanjut Netti Tinaprilla mengatakan apabila bisnis semakin diundur, nikmatnya semakin sebentar. Jadikan Pandemi sebagai peluang bisnis dengan memilih produk yang tepat, dibarengi strategi yang akurat.

“Rencanakan Usahamu, Usahakan Rencanamu jangan tunda, yakinlah nikmat bisnis akan digapai sebagai buah kesabaran,” tutup Netti Tinaprilla.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here