Plataran Jadi Mitra Resmi G20

0
1793

BALI – Plataran berkesempatan menjadi mitra resmi G20 sekaligus menjadi tuan rumah dalam acara Deklarasi ‘Towards Net Zero’ pada tanggal 6-7 Juli. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Plataran dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan Pemerintah Daerah Bali.

Plataran Menjangan sangat bangga dengan terpilihnya sebagai salah satu destinasi pilot projek atau program pemerintah untuk “Towards Climate Positive Tourism through Decarbonization and Ecotourism” melalui Deklarasi Towards Net Zero oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus sebagai mitra resmi dari G20. Plataran percaya bahwa program ini dapat menjadi titik awal kontribusi pariwisata Indonesia kepada dunia, terlebih lagi menjadi tempat di mana program ini pertama kali diluncurkan.

Deklarasi ‘Towards Net Zero’ adalah upaya mencapai emisi Nol Bersih yang merupakan bagian dari Deklarasi Glasgow sebagai katalis untuk mempercepat aksi iklim dalam pariwisata dan untuk mengamankan tindakan serta komitmen yang kuat demi mendukung tujuan global mengurangi separuh emisi selama dekade berikutnya sebelum tahun 2050. Dengan diluncurkannya rencana ini, Indonesia akan menjadi negara pertama di ASEAN yang melaksanakan Deklarasi Glasgow bersama-sama di bidang pariwisata. Dan Plataran L’Harmonie menjadi satu-satunya destinasi yang dikelola swasta dari 5 destinasi pilot program yang ditunjuk.

Dalam acara ini hadir Bapak Sandiaga Uno – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ibu Angela Tanoesoedibjo – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ibu Rizky Handayani – Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan, Bapak Odo Manuhutu; mewakili Bapak Luhut Binsar Panjaitan – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Bapak Nandang Prihadi; mewakili Ibu Siti Nurbaya Bakar – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Estty Purwadiani; mewakili Ibu Sri Mulyani Indrawati – Menteri Keuangan, Bapak Nur Satyo Kurniawan; mewakili Bapak Mahendra Siregar – Komisaris Utama Otoritas Jasa Keuangan Indonesia, Bapak Ary Suhandi – Indonesia Ecotourism Network (INDECON), Jejak.in, Wise Steps Consulting dan perwakilan 4 destinasi lainnya.

Deklarasi ini membahas tentang Carbon Offsetting Tourism yang merupakan bentuk pengembangan pariwisata berkelanjutan yang terus digencarkan berbagai pihak. Salah satunya dengan meluncurkan program penghitungan jejak karbon, Carbon Footprint Calculator.

“Program carbon offset adalah upaya kita berkontribusi dalam penyeimbangan nilai emisi, kita harus seimbangkan nilai emisi yang dihasilkan oleh aktivitas pariwisata dunia dan saat ini sektor pariwisata menyumbang sekitar delapan persen emisi dunia, ini dari data Dewan Nasional Perubahan Iklim Indonesia. Pelaku wisata, kini saatnya untuk menuju Glasglow. Kita harus memotivasi diri kita sendiri, karena Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN. Apalagi indeks pariwisata naik 12%, maka kolaborasi melibatkan banyak pihak, tempat wisata seperti Plataran, sektor swasta, dan pemerintah tentunya,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bapak Sandiaga Uno saat di Plataran Menjangan.

Plataran Menjangan L’Harmonie sendiri telah menjadi ‘Pilot Project Ekowisata Nasional di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Bali Barat’ sejak tahun 2016 berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata RI KM.66/HK.501/MP/2016 tahun 2016. Selanjutnya Plataran Menjangan Resort juga telah dinobatkan sebagai Resor Terbaik dari Best of the Best di Tripadvisor Traveler’s Choice dalam kategori Top Small Stays – Asia dan Top Safari Stays.  

Sebagai pionir ekowisata dan pariwisata berkelanjutan, Plataran Menjangan Resort terletak di Plataran L’Harmonie, Taman Nasional Bali Barat yang merupakan satu-satunya Taman Nasional di Bali. Konsep Plataran L’Harmonie merupakan salah satu bentuk kepedulian Plataran terhadap alam, budaya dan masyarakat, sesuai dengan tiga pilar utama Plataran yaitu “Plataran for the Nature (alam), Plataran for the People (manusia/ komunitas), and Plataran for the Heritage (budaya)”. Sejalan dengan motto Plataran #HospitalityWithImpact yang telah dilaksanakan dengan tekun selama lebih dari satu dekade, Plataran telah mempelopori konsep ekowisata di kancah pariwisata Indonesia dengan meningkatkan dampak positif dari tingkat pariwisata yang lebih tinggi dan menegakkan pelestarian flora dan fauna serta memperkuat ekosistem yang terjadi antara Plataran Indonesia dan usaha mikro kecil dan menengah.

Di lahan Taman Nasional Bali Barat seluas 382 hektar, Plataran L’Harmonie merupakan rumah bagi 175 jenis flora and 167 jenis fauna. Plataran Menjangan dapat menjadi pilihan gaya hidup baru untuk berwisata di mana para tamu dapat menikmati ekosistem hutan hujan dataran rendah, hutan bakau yang berusia lebih dari 1000 tahun, pantai, terumbu karang serta mengamati jalak Bali yang terancam punah dan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat sekitar melalui program kegiatan yang telah disediakan oleh Plataran Menjangan.

Sebagai wujud nyata dan simbolis dari peluncuran program carbon offset, seluruh peserta dari instansi yang terkait telah melakukan penanaman 1000 Mangrove yang merupakan bagian dari Mangrove Planting Programme di sekitar kawasan Plataran Menjangan.

“Kami sangat bangga menjadi mitra resmi G20 dan dipilihnya Plataran Menjangan sebagai salah satu destinasi pilot projek Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Towards Climate Positive Tourism through Decarbonization and Ecotourism. Deklarasi: ‘Towards Net Zero’ didukung oleh berbagai lintas kementerian, lembaga keuangan, dan sektor swasta yang akan mendukung program ini. Sebagai representasi Indonesia sejati, Plataran berusaha semaksimal mungkin mencapai emisi Nol Bersih yang merupakan bagian dari Deklarasi Glasgow, serta berkomitmen untuk berfokus pada pelestarian budaya Indonesia dan meningkatkan keterampilan serta kewirausahaan komunitas lokal. Ditunjuknya Plataran Menjangan sebagai sektor swasta pertama dan pionir di Indonesia, merupakan bentuk nyata kepedulian kami terhadap konservasi lingkungan darat dan laut Indonesia yang berkelanjutan, dengan integrasi 3 hal KSK: Kredibilitas, Sosialisasi, Kolaborasi dalam upaya penuh untuk pengembangan ekowisata,” ujar Yozua Makes, CEO Plataran Indonesia Group.

Upaya tersebut bertujuan untuk menyerap jejak karbon yang dihasilkan oleh industri pariwisata dan membantu mencegah dampak buruknya terhadap iklim sesuai dengan visi Plataran yaitu #TravelwithPurpose. Oleh karena itu, Plataran percaya kegiatan pariwisata juga harus memberikan dampak positif pada destinasi yang dikunjungi. Program resmi untuk mendukung acara ini meliputi lima destinasi percontohan, yaitu Plataran Menjangan – Taman Nasional Bali Barat, Mangrove Tembudan Radiant – Berau, Kalimantan Timur, Pantai 3 Warna (Konservasi Mangrove Clungup) – Malang, Bukit Peramun – Bangka Belitung dan Wisata Mangrove Kawalu Taman – Sorong. Selain itu, sebagai bentuk peduli terhadap komunitas dan UMKM, Plataran Menjangan akan menghadirkan “From The Ocean to The Table” yaitu hidangan lezat yang berasal dari laut dan nelayan lokal sambil menikmati kesenian tradisional khas Bali.(**)