Kabupaten Banyuasin Lakukan Vaksinasi PMK, Kementan Berikan Dampingan

0
141

BANYUASIN – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyebar di sebagian wilayah Indonesia. Untuk itu Kementerian Pertanian (Kementan) melalui unit kerjanya telah melakukan berbagai langkah solutif mengatasi wabah PMK, mulai dari membangun Posko, tata kelola lalu lintas ternak, bantuan obat, vitamin, vaksinasi, pelatihan-pelatihan hingga pelaksanaan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan kegiatan – kegiatan kolaboratif berbagai pihak untuk langkah preventif dan kuratif merupakan respon cepat pemerintah atas adanya laporan penyebaran wabah PMK diberbagai daerah terus akan didorong.

“Pemerintah langsung bergerak cepat dengan memberikan bantuan obat, antibiotik, dan vitamin. Meski angka kematian cukup rendah tidak membuat pemerintah menyepelekan PMK. Saya memerintahkan seluruh jajaran hingga tingkat daerah meningkatkan pengawasan”, ujar Mentan Syahrul.

Namun demikian, Mentan meminta agar wabah PMK tak disikapi berlebihan yang dapat berdampak pada kepanikan, terutama di kalangan peternak. Semua pihak harus optimis bahwa PMK bisa diatasi dengan cepat serta meningkatkan kewaspadaan.

“PMK dapat ditangani, tidak perlu panik. PMK dapat disembuhkan dengan tingkat kematian yang relatif rendah. PMK tidak membahayakan manusia, dengan daging manusia bisa dikonsumsi dengan protokol pemotongan yang baik,” ujar Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengungkapkan bahwa seluruh komponen di bawah BPPSDMP wajib turun, terutama tenaga medik dan paramedik dalam menanggulangi wabah PMK.

Dedi menambahkan jika BPPSDMP akan memanfaatkan berbagai kegiatan transfer of knowledge untuk mendukung upaya penanggulangan PMK. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi peserta dalam pengendalian dan pemberantasan PMK sekaligus mengurangi penyebaran

Menanggapi hal tersebut, sebagai langkah solutif dan antisipatif dalam menanggulangi wabah PMK, BPPSDMP yang secara teknis dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis SMKPPN Sembawa melakukan pendampingan vaksinasi yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kab. Banyuasin.

Akan dilakukan vaksinasi PMK sebanyak 1.400 dosis di Kabupaten Banyuasin. Vaksinasi pertama diprioritaskan untuk sapi-sapi bantuan dari APBN dan APBD, selanjutnya akan segera dilakukan vaksinasi masal untuk sapi lainnya.

SMKPP Negeri Sembawa sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP turut berperan aktif dalam memutus penyebaran PMK, melalui sosialisasi pencegahan PMK di Millenial Agriculture Forum (MAF) dan Pendampingan Penyaluran Vaksin di Kabupaten Banyuasin.

Kepala SMKPPN Sembawa, Yudi Astoni menyampaikan bahwa tim yang mendampingi vaksinasi PMK yaitu dari instansi ternak antara lain drh. Widia Siska, Erra Kartika dan Dian Ridho Permadi. Kegiatan vaksin hari ini dilakukan di sentral sapi Kecamatan Air Kumbang dengan jumlah 100 sapi.

“Dengan dilakukannya vaksinasi diharapkan Provinsi Sumsel terbebas dari PMK, “ harap Yudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here