Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Ekonomi Kreatif dengan Investor

0
2162

YOGYAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif dengan investor. Keduanya dipertemukan dalam kegiatan Pitching Wirausaha Digital Mandiri (Widuri) Ekonomi Kreatif Subsektor Kuliner, Kriya, Fesyen dan Musik yang diselenggarakan di The Alana Hotel and Convention Center, Yogyakarta pada Rabu (29/6/2022).

Ada sebanyak 24 pelaku ekraf yang menjadi peserta pitching yang terdiri dari kuliner 10 orang, kriya 7 orang, fesyen 5 orang dan musik 2 orang. Sementara ada 18 orang calon investor yang dilibatkan pada kegiatan tersebut. Hasilnya memuaskan, di mana beberapa investor sedang dalam tahap penjajakan untuk beberapa produk dan langsung berkomunikasi dengan peserta.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, pitching adalah moment of truth. Di sinilah kepercayaan diri dibangun untuk membangun kepercayaan calon investor memodali usahanya. Oleh karenanya, Sandiaga berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum ini dengan baik. “Bekali diri dan mantapkan pitch deck untuk yakinkan investor,” tutur Sandiaga.

Dikatakannya, jumlah UMKM yang belum terdigitalisasi. Sebanyak 88,32 persen UMKM belum berbadan hukum dan 89 persen belum memiliki brand dan belum memiliki HKI. “Sebagian besar masih menggunakan modal sendiri dan 92,6 persen penghasilannya di bawah Rp1 juta per hari,” tutur Sandiaga.

Sandiaga berharap para pelaku UMKM di sektor ekonomi kreatif dapat mengembangkan bisnisnya dengan baik. “Untuk menjadi sukses, harus inovatif, adaptif, berani mengambil risiko dan memiliki softskilling dan upskilling,” tutur dia.

Dikatakannya, sebuah produk ekraf harus memiliki unique selling point, untuk mendapat keuntungan, brand sebagai personality dan digitalisasi.

Koordinator Edukasi I Kemenparekraf/Baparekraf, Kemal Akbar Monoarfa, menyampaikan pitching kali ini adalah pitching yang ketiga setelah pelaksanaan di Mandalika dan Denpasar. Kegiatan ini 24 pelaku ekraf yang telah mengumpulkan pitch deck yang akan dipertemukan dengan calon investor, baik lokal maupun nasional.

“Tujuan kegiatan ini mempertemukan para pelaku ekonomi kreatif dengan calon investor. Kami berharap para pelaku ekraf dapat meyakinkan investor setelah sebelumnya kami membekali mereka dengan beberapa hal yang diperlukan agar investor yakin untuk memberikan permodalan dengan usaha yang tengah digeluti,” tutur Kemal.

Plt Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Teguh menuturkan, para peserta pelaku ekonomi kreatif telah menjalani pembekalan sebelum dipertemukan dengan investor.

“Kegiatan pitching merupakan tahap keempat dari Widuri ini, setelah melalui tahapan pelatihan online, pelatihan offline, prapitching dan pitching. Diharapkan pitching ini menjadi saluran bagi pelaku ekraf untuk mengakselerasi bisnisnya dengan dukungan investor,” harap Frans.

Pada kesempatan itu, masing-masing pelaku ekonomi kreatif mempresentasikan pitch deck selama 3 menit dengan sesi pertama pitching 12 orang pelaku ekraf dan 12 orang pelaku ekraf di sesi kedua. Setelahnya, para calon investor melakukan pendalaman melalui sesi tanya jawab.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here