Ini Hasil Rakor Penyusunan Standar Kompetensi 5 Sektor Ekraf

0
8047
  1. Ini hasil Rakor Penyusunan Standar Kompetensi 5 Sektor Ekraf

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melaksanakan Rapat Koordinasi Penyusunan Standar Kompetensi Sektor Ekonomi Kreatif di Semarang dan DIY Yogyakarta pada tanggal 18-21 Januari 2022.

Tahun Anggaran 2022, Direktorat Standardisasi Kompetensi Kemenparekraf sesuai rencana kerja yang disusun menargetkan penyelesaian 5 (lima) dokumen yang terdiri dari 2 (dua) Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan 3 (tiga) Rancangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) berikut Skema Okupasi Nasional.

Menurut Hendry Noviardi/Koordinator Substansi Pengembangan Standar Kompetensi Ekraf, penyusunan standar kompetensi baik SKKNI maupun KKNI melibatkan stakeholder terkait dan merupakan perwakilan dari praktisi/akademisi, dunia industri, LSP, instansi dan pelaku (dunia usaha).

“Kegiatan Rakor sendiri berlangsung di dua kota, Semarang dan Yohyakarta,” katanya

Pada tanggal 18 Januari 2022 bertempat di Hotel Ciputra Semarang telah dilaksanakan rapat persiapan tim penyusun Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Skema Okupasi Nasional Bidang Kreasi Batik dan Bidang Fashion Ready to Wear. Kegiatan ini melibatkan Tim Penyusun Eksisting dan Internal Direktorat Standardisasi Kompetensi serta didampingi Tim Verifikator Kementerian Ketenagakerjaan.

Kemudian, Rapat persiapan penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Pengembangan Aplikasi Mobile dan Bidang Pengelola Lembaga Tari serta penyusunan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Penyediaan Minuman Kedai Okupasi Barista dilaksanakan tanggal 20-21 Januari 2022 bertempat di Hotel Herper Yogyakarta.

Tim Penyusun SKKNI Bidang Pengelola Lembaga Tari dihadiri para praktisi dari ISI Yogyakarta seperti DR. Ni Nyoman Sudewi, DR Bambang Pudjasworo dan Heni Wahyuningsih juga dihadiri Didik Hadiprayitno (Didi Nini Towok) maestro tari dan Ariadne Andreana dari LKP Naha Lakshita Yogyakarta.

“Sedangkan Tim Penyusun Pengembagan Aplikasi Mobile hadir pakar aplikasi seperti Emha Taufiq Luthfi dan Yusuf Amri Amrullah dari LSP Universitas AMIKOM, Mujiyanto dan Candra perwakikan Industri Aplikasi Mobile,” tambahnya

Sedangkan Tim Penyusun KKNI Penyediaan Minuman Okupasi Barista hadir antara lain I Made Witana sbg VP Indonesian Chef Association, Dodik Prakoso praktisi Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo, M. Samsi Yacik dari Komunitas Kopi Nusantara dan Widhy Andriyadi perwakilan Barista Yogyakarta

Pembahasan KKNI Bidang Fashion Ready to Wear di Semarang dihadiri antara lain Tee Dina Midiani/Advisory Board Indonedian Fashion Chamber, Siti Kusuma Nugraeni/Founder Islamic Fashion Institute Bandung, Dibya Adipranata Hody/Universitas Kristen Petra Surabaya, Daesy Christina Tjahjadi/Ditali Cipta Kreatif dan Wika dari IFC Semarang. Mewakili LSP Batik hadir M Riza Radyanto, Rahayu Sulistyowati, Andreas Agus Wibawa dari Asosiasi Industri Batik Pati dan Sarwoko perwakilan Lembaga Diklat Profesi Dinas Tenaga Kerja untuk pembahasan KKNI Bidang Kreasi Batik.

Setelah pemberian materi penyusunan oleh verifikator dari Kementerian Ketenagakerjaan dan melalui tahapan diskusi, tim penyusun sepakat dan komitmen untuk menyelesaikan tugas sampai bulan Juni 2022.

“Sebagai bentuk perhatian kepada pelaku dan dunia usaha sektor ekonomi kreatif, Kementerian Parekraf akan memfasilitasi tim penyusun mulai dari tahap konsinyering, FGD, verifikasi internal maupun eksternal, pra konvensi dan konvensi nasional,” sambungnya

Direktur Standardisasi Kompetensi Kemenparekraf, Titik Lestari menjelaskan bahwa melalui penetapan SKKNI dan KKNI, kompetensi SDM sektor ekonomi kreatif dapat diperoleh dan diakui melalui berbagai jalur baik formal dan non formal, yang mana pengakuan atas kompetensi yang dimiliki dapat disesuaikan dengan standar profesi yang ada.

“Standar kompentensi ini akan menjadi landasan dalam mewujudkan dan meningkatkan sumber daya manusia Parekraf yang Unggul Berdaya Saing Saing di Era Digital,” ungkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here