Program Kemenparekraf untuk Nakes Sukses Tingkatkan Okupansi Hotel di Jabar

0
93

BANDUNG – Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Jawa Barat sukses memacu tingkat hunian hotel.

Program yang dirancang sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu berupa fasilitas akomodasi dan transportasi bagi nakes yang bekerja keras menanggulangi pandemi Covid-19.

Hal tersebut terungkap dalam acara Focus Group Discussion (FGD) “Monitoring dan dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Reaktivasi Industri Pariwisata Melalui Penyediaan Akomodasi, Fasilitas Pendukung Lainnya, Serta Sarana Transportasi Bagi Nakes dan Fakes Covid-19 di Indonesia” yang diselenggarakan di Grand Mercure Bandung, Jawa Barat Kamis (14/10/2021).

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya tak menampik jika nakes selalu berada di garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19. Untuk itu, Nia menilai para nakes tersebut harus diberi penghormatan. Dalam upaya menggerakkan lagi sektor pariwisata, Nia menyebut Kemenparekraf mengkolaborasikan dua hal tersebut menjadi satu program.

“Maka, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan sumbangsih nakes, sekaligus menggerakkan kembali sektor pariwisata, kami merancang program akomodasi untuk nakes,” kata Nia.

Senada dengan Nia, Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf M Ricky Fauziyani tak menampik jika program tersebut direalisasikan untuk menggerakkan kembali sektor perekonomian, khususnya di bidang pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.

“Dengan program ini, maka hotel-hotel tersebut mendapatkan tingkat hunian yang bagus. Dengan begitu mereka membutuhkan tenaga profesional yang andal,” tutur Ricky. Melalui program ini, Ricky berharap akomodasi wisata dapat kembali bergerak. Pada saat yang sama, pegawai hotel yang telah dirumahkan karena terdampak pandemi Covid-19 dapat dipekerjakan kembali.

“Jadi memang program ini multiplier effect. Kami berharap mereka yang dirumahkan dapat dipekerjakan kembali karena tingkat hunian mulai kembali normal dengan program akomodasi untuk nakes ini,” tutur Ricky.

Dari data yang dimilikinya, Ricky menyebut tingkat hunian hotel-hotel mulai merangkak naik dengan stimulus program Kemenparekraf ini. “Naik okupansinya sebesar 37 persen. Itu kami lakukan riset dan dapatkan datanya. Kami harapkan memang program ini dapat memulihkan sektor pariwisata,” harap Ricky.

Bidang Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Lusi Lesminingwati menerangkan, selama pandemi Covid-19 sebanyak 2.768 usaha terdampak pandemi. “Kunjungan wisatawan asing turun dari 3 juta menjadi 31 ribu, begitu juga dengan wisatawan domestik dari 60 juta menjadi 30 juta,” katanya.

Pada tahun lalu, Lusi menyebut perekonomian Jabar terkonstraksi sebesar 2,44 persen. Bersyukur, pada tahun ini laju pertumbuhan ekonomi mulai membaik.

“Tingkat hunian kamar hotel di Jawa Barat sampai Juni 2021 hanya sekitar 10 persen. Baru pada bulan Agustus setelah masa pandemi Covid-19 melandai tingkat hunian mulai ada kenaikan 24,95 persen,” papar Lusi.

Saat ini, Lusi menyebut Pemprov Jabar tengah mempercepat proses penciptaan kekebalan kelompok atau herd immunity. “Hingga bulan ini sudah sekitar 60 persen masyarakat Jabar yang mendapatkan vaksinasi. Diharapkan hingga Desember 2021 terjadi percepatan vaksinasi hingga mencapai target 31 juta orang,” tutur dia.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Aang Amalia tak menampik jika tantangan yang terberat yang dihadapi adalah Covid-19. Di tengah situasi tersebut, seluruh elemen bangsa dituntut bersatu. “Pelayanan publik dalam hal ini kesehatan cukup menjadi sorotan. Kami melakukan percepatan perekrutan relawan,” ujar dia. Amalia mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf dan PHRI yang telah menyediakan tempat atau akomodasi untuk nakes.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here