Hari Terakhir, BBPP Lembang Fasilitasi Pelatihan Petani dan Penyuluh

0
99

LEMBANG – Hari terakhir Pelatihan Petani dan Penyuluh Kementerian Pertanian, Sabtu (14/8), diisi Gelombang 17 yang difasilitasi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Euforia peserta masih sangat terasa, antusias peserta pun luar biasa. Pelatihan diikuti puluhan ribu peserta melalui Zoom Virtual Conference dan live streaming Youtube.

Turut hadir 25 peserta di ruang kelas Krisan IV yang merupakan petani dan penyuluh wilayah binaan BBPP Lembang. Widyaiswara dan pegawai turut memfasilitasi peserta di Kabupaten Majalengka, Kuningan, Tasikmalaya, Pangandaran, Garut, Ciamis, Sukabumi, Cianjur, dan Kota Tasikmalaya untuk mengikuti pelatihan bersama-sama.

Pelatihan Petani dan Penyuluh sendiri merupakan salah satu upaya yang dilakukan BPPSDMP untuk mewujudkan SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada pembukaan pelatihan, 6 Agustus lalu.

“Kita harus membangun kemandirian pangan untuk kesejahteraan petani dan saya mengapresiasi kepada Kementerian Pertanian dalam membangun SDM pertanian,” tutur Presiden Jokowi.

Menurutnya, petani dan kelompok tani diharapkan dapat menggarap sektor hulu hingga hilir mulai dari budidaya, hingga pascapanen pengolahan dan pemasaran.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan hal serupa.

“Alam Indonesia sangat melimpah dan harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kita semua,” ujar Mentan Syahrul saat pembukaan pelatihan petani dan penyuluh.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“SDM adalah kunci peningkatan produktivitas karenanya pembangunan pertanian berkaitan dengan pembangunan SDM pertanian,” jelasnya.

Pelatihan Petani dan Penyuluh telah dilaksanakan secara online mulai tanggal 7 sampai dengan 14 Agustus 2021. Target peserta sebanyak 1 juta petani dan penyuluh seluruh Indonesia yang dibagi menjadi 18 gelombang pelatihan dengan materi Kebijakan Pemupukan Nasional dan Kredit Isaha Rakyat (KUR).

Masing-masing Unit Pelaksana Teknis di bawah Eselon I BPPSDMP berkesempatan menjadi penanggung jawab untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut.

Pada Gelombang 17, materi pertama tentang Kebijakan Pupuk Nasional disampaikan oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi dan dimoderatori Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika.

Materi selanjutnya Program KUR Pertanian 2021 dan Proses Penyaluran & Anggaran untuk KUR oleh Isniati Hidayah selaku Analis Perekonomian, Kemenko Perekonomian Republik Indonesia.

Untuk melengkapi pemahaman peserta, disampaikan materi Strategi Pengajuan KUR oleh Junastra Firka, Goverment Project Social Associate Bank Mandiri.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika berharap kegiatan bisa diikuti dengan sebaik-baiknya.

“Alhamdulillah kita bisa berkumpul secara online dan offline, Pelatihan bagi Petani dan Penyuluh ini adalah upaya meningkatkan pengetahuan terutama tentang kebijakan pemupukan dan KUR. Momen ini agar dapat dimanfaatkan terutama bagi para penyuluh untuk dapat mengajak para petani mengajukan KUR. Semoga melalui pelatihan dan program KUR dapat meningkatkan produktivitas kerja petani,” ujar Ajat.

A. Sudrajat, perwakilan dari P4S Astuti Lestari Kecamatan Parongpong, yang mengikuti pelatihan secara offline di BBPP Lembang, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirasa sangat bermanfaat.

“Setelah mengikuti pelatihan saya lebih memahami prosedur dan manfaat dari KUR. Semoga petani juga dapat segera mengajukan KUR untuk meningkatkan perekonomian maupun produktivitasnya,” ungkap Sudrajat.

Begitupun Jalal, peserta dari Kabupaten Majalengka, yang juga mengikuti pelatihan bersama-sama di BPP Cigasong.

“Pelatihan sangat bermanfaat, semoga sukses untuk Kementan dan BBPP Lembang semoga dapat terus melaksanakan pelatihan ini tidak hanya online namun juga offline,” tandas Jalal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here