Gelar Pelatihan WIDURI Ekraf, Sandiaga Uno: Pandemi Tak Jadi Halangan untuk Terus Berinovasi

0
54

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan pelatihan Wirausaha Digital Mandiri Ekonomi Kreatif (WIDURI Ekraf). Pelatihan tersebut untuk menangkap peluang digitalisasi ekonomi di tengah era pandemi Covid-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno tak menampik jika pandemi Covid-19 memberikan dampak sangat buruk bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Kendati begitu, Sandi, sapaan akrab Sandiaga Salahuddin Uno meminta semua pihak harus terus bangkit, mengingat ada 34 juta masyarakat Indonesia yang mengantungkan hidup pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Salah satu dampak pandemi bagi tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu kurang bahkan hilangnya kesempatan bekerja. Merespon hal tersebut kita harus optimis dan bangkit, serta dapat menyesuaikan diri dengan keadaan saat ini dan menciptakan peluang-peluang baru,” ajak Sandi dalam sambutannya, Senin (26/7/2021).

Pandemi Covid-19, Sandi melanjutkan, tak boleh sampai menghalangi kita untuk terus aktif dan melakukan berbagai inovasi. Oleh karena itu, Sandi menyebut Kemenparekraf/Baparekraf aktif berupaya menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif melalui program WIDURI Ekraf. “Fokus WIDURI Ekraf adalah peningkatan kualitas manajemen SDM bisnis/kewirausahaan pada pelaku ekonomi kreatif,” tutur Sandi.

Selain tahapan pelatihan online melalui serangkaian materi dari Telkom University dan mentor dari pakar serta praktisi Ekraf, peserta WIDURI Ekraf yang terpilih akan melanjutkan ke pelatihan offline yaitu tahapan persiapan pitching untuk business matching dengan para investor. “Tujuan pelatihan WIDURI Ekraf ini adalah untuk mencetak wirausahawan mandiri yang unggul di daerah destinasi Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Likupang dan Bali, sehingga menjadi champion yang dapat menggerakkan perekonomian di daerah destinasi, khususnya akibat dampak pandemi,” ujar dia.

Sesuai dengan visi Kemenparekraf/Baparekraf, implementasi pengembangan ekraf yang terdiri dari 17 sub sektor ini merupakan amanah dari UU Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif yang salah satu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kompetensi SDM Ekraf agar dapat menjadi SDM yang unggul.

“Setiap pelaku ekonomi kreatif berhak memperoleh dukungan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah melalui program pengembangan ekosistem Ekraf. Peserta dalam pelatihan online WIDURI Ekraf ini sebanyak 764 orang yang merupakan para pelaku yang telah dikurasi dari open call WIDURI Ekraf,” papar Sandi.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan, program WIDURI Ekraf merupakan program peningkatan kualitas SDM kewirausahaan untuk pelaku ekonomi kreatif/UMKM di Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Likupang dan Bali. Pelaku Ekraf akan memperoleh materi terkait kewirausahaan, wawasan terkait subsektor Ekraf dan pelatihan persiapan pitching.

Dijelaskannya, program ini dimulai dengan open call sejak 5-14 Juli 2021. Kemudian dikurasi untuk mendapatkan peserta sesuai DSP. Adapun kriteria kurasi di antaranya adalah memiliki produk, brand atau karya, lama usaha berjalan minimal satu tahun, memiliki akun media sosial dan atau akun media promosi produk, brand atau karya.

“Pendaftar yang sesuai kriteria sebanyak 764 pendaftar. Subsektor Ekraf diprioritaskan pada kuliner, kriya, fashion, musik dan fotografi,” jelas Wisnu. Adapun untuk tahapan pelatihan, pada tahap pertama dilakukan pelatihan daring atau online yang akan diselenggarakan pada 26 Juli hingga 6 Agustus 2021.

“Untuk tahapan kedua yakni pelatihan luring atau offline untuk peserta terpilih dan akan melanjutkan ke tahapan bisnis matching (pitching),” jelas Wisnu. Wisnu berharap program WIDURI Ekraf ini mampu mencetak wirausaha mandiri dengan meningkatnya kemampuan untuk produksi karya kreatif yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku kreatif serta diharapkan dapat menjadi motor terbukanya lapangan pekerjaan baru.

“Kami harapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk memajukan serta mengoptimalkan seluruh sumber daya di sektor ekonomi kreatif agar menjadi sejahtera serta dapat mendukung perekonomian Indonesia menjadi semakin maju,” harap dia.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here