SDM Petani Luwu Unggul Berkat Upgrade Pengetahuan dari READSI Kementan

0
32

LUWU – Peningkatan kapasitas SDM pertanian terus dilakukan Kementerian Pertanian. Kali ini, Kementan menggenjot program READSI untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas SDM pertanian di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementan menggelar Penyuluhan dan Pelatihan READSI di Toangkajang, Desa Saluparemang Selatan, Kabupaten Luwu.

Menurut Cocoa Academy Trainer Coordinator MARS Agus Salim, ada sejumlah materi yang disampaikan ke peserta, khususnya untuk peserta READSI.

“Yang pertama, materi adopsi observasi (AO). Peserta kita ajarkan bagaimana cara praktik di lapangan untuk mengobservasi lahan terkait dengan bahan yang diadopsi oleh petani, diantaranya adalah bahan tanam. Yang kedua, kita mengajarkan teman-teman untuk nursery management atau melakukan pembiakan tanaman kakao dengan metode yang baik dan benar. Setelah pemberian materi ini, kami langsung terjun ke lapangan,” katanya.

Materi ketiga adalah *_replanting_* atau metode penanaman ulang yang di dalamnya terdapat konsep *monokultur* yang atau seluruhnya tanaman kakao konsep *deservikasi* atau *agroforestry*.

“Keempat, peserta juga sudah mendapatkan materi GEF, atau agrikultur praktis diantaranya kita mengajarkan bagaimana cara pemangkasan yang baik, pemupukan, panen teratur, sanitasi dan penyemprotan,” katanya.

Menurut Agus Salim, inti dari materi yang disampaikan adalah mengajak peserta untuk melakukan coaching ke petani.

“Jadi bagaimana implementasi dari treevity dari kita rangkum di satu paket agronomi yaitu, bagaimana pengenalan bahan tanam, dan menyalurkan ke petani untuk bisa menanam tanaman tanaman yang sudah standar sertifikasi,yang kedua bagaimana menerapkan teknologi yang terbaru dari kakao, bagaimana pemupukannya, pemangkasannya,dan bagaimana panen teraturnya, sanitasi dan penyemprotannya,” katanya.

Yang terakhir, dan yang paling penting, yaitu bagaimana petani bisa diarahkan untuk menggunakan pupuk-pupuk rekomendasi yang tidak mengandung bahan amoniak yang tinggi.

“Kalau untuk antusias, sampai saat ini peserta sangat antusias. Sebelum kita mulai training mereka sudah hadir untuk freepart, dan brefing setelah itu kita menuju lapangan, peserta di lapangan itu secara kegiatan mereka sangat semangat, secara pemahaman mereka cukup memahami walaupun masih perlu kegiatan praktik yang lebih untuk dapat istilahnya intisari dari materi yang disampaikan,” katanya.

Agus Salim menambahkan, kerjasama antara READSI dan MARS ini sudah berlangsung untuk program kedepannya itu lima tahun. Sekadar informasi, MARS merupakan perusahaan salah satu pengolahan Kakao.

“Jadi kita berusaha bagaimana meretas akses daripada petani-petani yang dulunya mungkin otodidak dalam berkebun kita berusaha untuk mengubah mainsite petani itu sendiri dengan mengajari petani dengan konsep-konsep yang memang sudah diteliti dan itu akan dilakukan pemanjangan tangan dari coaching ke petani lainnya. Saya kira untuk kegiatan READSI sendiri sangat baik dan bisa mendevelopment petani terkait dengan bagaimana pengetahuannya terkait dengan kakao, keterampilannya bisa merubah atitude atau sikap dan cara pandang daripada peserta dan petani di sekitarnya itu nanti bisa berubah,” ujarnya.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan Rural Empowerment Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) dilakukan untuk mendukung pertanian.

“READSI bukan hanya mendukung peningkatan produktivitas untuk mencapai ketahanan pangan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian. Hal ini sangat penting, karena SDM ada faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas. Semakin pintar petaninya, maka hasilnya juga semakin berlimpah,” katanya.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan READSI merupakan program dari International Fund for Food and Agriculture (IFAD) yang telah lama bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.
“Dukungan inilah yang akan kita maksimalkan untuk membangun pertanian Indonesia. Kita harapkan Petani dan penyuluh yang mendapat program ini bisa menyerap ilmu dengan maksimal,” ujarnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here