Apresiasi TNI, Jaymes Riyanto Luncurkan Film “Patriot: Selamatkan Indonesia”

0
100

JAKARTA – Setelah sukses sebagai penulis dan produser film “Ajari Aku Islam” yang tayang tahun 2019 berkolaborasi dengan Production House RA Pictures, Jaymes Riyanto kembali menggebrak dunia perfilman nasional dengan genre yang berani, yaitu genre superhero dengan judul “Patriot: Selamatkan Indonesia”.

Kali ini film tersebut dibesut di bawah naungan Royal Pictures, salah satu anak perusahaan Royal Sumatra Grup, developer terkemuka di kota Medan.

Diangkat dan terinspirasi dari buku “Operasi Sandhi Yudha” karya AM Hendropriyono, film ini mengambil tema deradikalisasi yang dibalut dengan tema fiksi ilmiah.

Terinspirasi juga dari film Avengers, Jaymes ingin memunculkan tokoh superhero yang berasal dari kalangan militer Indonesia seperti halnya Captain America yang berasal dari Amerika.

Yang semakin menambah daya tarik film ini adalah keterlibatan bintang laga internasional yaitu Cecep Arif Rahman (John Wick), bintang laga  legendaris Willy Dozan serta bintang Preman Pensiun Eppy Kusnandar, didukung oleh Karina Ranau dan influencer Andiva Nursasabila.

“Adapun motivasi dari film ini adalah membangkitkan rasa nasionalisme dan mengangkat citra TNI sebagai poros kekuatan militer Indonesia,” kata Jaymes di Jakarta, Minggu (23/5/2021).

Genre yang ditawarkan film ini pun cukup unik yaitu menggabungkan unsur religi, romantis, action serta fiksi ilmiah dalam sebuah film senada dengan visi Jaymes sebagai produser, penulis, sutradara dan pemain, di mana beliau ingin mengangkat citra perfilman Indonesia ke level dunia  (Hollywood).

“Film “Patriot: Selamatkan Indonesia” bercerita tentang Jonni Huang, seorang tentara keturunan Tionghoa yang baru mualaf, tapi kemudian harus kehilangan orang terdekatnya akibat aksi radikalisme yang dilakukan anggota jaringan Aliansi Jahiliyah,” terang Jaymes.

Lantaran hal itu, Jonni Huang pun bertekad untuk membasmi jaringan teroris dengan bantuan dari sang tokoh superhero “PATRIOT” yang merupakan hasil pengembangan teknologi dari  logam Dirman milik Badan Intelijen Negara (BIN).(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here