Petani Milenial di Malang Difasilitasi Akses KUR

0
50

MALANG – Untuk mendorong minat generasi milenial terjun ke sektor pertanian, P4S Bumiaji Sejahtera Malang memfasilitasi mereka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Fasilitasi akses KUR dilakukan guna peningkatan akselerasi usaha tani dari petani milenial.

Dorongan agar petani milenial untuk mengakses KUR memang dimungkinkan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, akses pembiayaan pertanian melalui KUR dapat didorong untuk menyongsong pertanian 4.0 dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Menurut SYL, program KUR adalah salah satu upaya negara untuk menghadirkan kesejahteraan bagi para petani di seluruh Indonesia. Karena itu, Kementan saat ini sudah menyiapkan anggaran KUR yang bisa diakses di BNI, BRI dan Bank Mandiri.

“Kegiatan hari ini adalah bagian dari tekad kita agar besok rakyat dan masyarakat tani bisa mendapatkan keuntungan, kesejahteraan dan ekonomi yang harus lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jadi, saya sangat mendorong penggunaan KUR ini. Manfaatkan KUR dengan sebaik-baiknya,” paparnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian meningkat pada tahun 2021. Jika tahun 2020 target alokasi KUR sebesar Rp50 triliun, maka di tahun 2021 menjadi Rp70 triliun.

Alokasi dana tersebut menyasar para pelaku usaha di bidang pertanian, baik pelaku usaha kelompok maupun perorangan.

“Dari total alokasi KUR Pertanian 2020 sebanyak Rp50 triliun, realisasi mencapai Rp55,9 triliun, atau melampaui target Rp50 triliun yang diamanatkan ke Kementan.

Serapan KUR tertinggi terjadi untuk sektor tanaman pangan yang mencapai Rp16,2 triliun atau 29,14 persen dengan 719.336 debitur,” kata Sarwo Edhy.

Selain tanaman pangan, serapan KUR tersalurkan untuk perkebunan Rp18 triliun, hortikultura Rp7 triliun, peternakan Rp10,6 triliun, jasa pertanian Rp779 miliar, dan kombinasi pertanian Rp3,1 triliun.

Sarwo Edhy menjelaskan penyerapan KUR pertanian masih didominasi sektor hulu. Kementan akan mendorong juga pemanfaatan KUR di sektor hilir, seperti untuk pembelian alat pertanian.

“Sektor hulu selama ini dianggap lebih mudah diakses karena tidak memerlukan agunan. Padahal KUR dengan plafon besar pun sebenarnya akan mudah diakses jika digunakan untuk pembelian alat,” ungkap Sarwo Edhy.

Sebelumnya, pengelola P4S Bumiaji Sejahtera, Rahmad Hardiyanto mengatakan, salah satu giat yang kini dilakukan adalah open akses program pemerintah dalam penyaluran KUR Pertanian guna peningkatan akselerasi usaha tani dari petani millenial.

“Giat utama terkait program Smart Farming bagi petani millenial hasil kerja kolabortani P4S Bumiaji Sejahtera dengan Universitas Brawijaya,” katanya seraya berharap milenial nantinya interes pada bisnis pertanian yang berkelanjutan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here