Kementan Perkuat Pertanian Sumsel dengan P4S

0
27

PALEMBANG – Meski dikenal sebagai salah satu daerah pertambangan, Sumatera Selatan mempunyai topografi beragam. Sehingga sangat potensial bila diberdayakan sebagai wilayah pertanian. Terbukti beberapa wilayah Sumsel sudah terkenal dengan icon buah-buahan atau produk pertanian khasnya, seperti nanas di Prabumulih, dukuh di Komering, teh di Pagaralam dan lain sebagainya.

Kementerian Pertanian (Kementan) akan memaksimalkan potensi tersebut dengan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S). Dengan P4S, diharapkan terjadi peningkatan Sumber Daya Pertanian dan nilai tambah usaha tani, serta turut menjaga ketahanan pangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini kecukupan pangan menjadi tantangan semua lapisan masyarakat,

“Ketahanan pangan bisa ditempuh melalui pendampingan petani untuk meningkatkan produksi, turun ke lapangan untuk tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil, mendistribusikan hasil panen bersama, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” ujarnya.

Membicarakan pertanian, tidak terlepas pada pembahasan mengenai kesejahteraan pelaku usaha tani. Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mengoptimalkan peran dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) sebagai salah satu lembaga yang bersinergi dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT) dari BPPSDMP untuk memberdayakan masyarakat tani di wilayahnya.

Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung selaku UPT Pusat Pelatihan Pertanian- BPPSDMP bertugas sebagai pembina P4S di empat propinsi yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Bangka Belitung, bersinergi bersama guna mengoptimalkan kebermanfaatan P4S di masyarakat luas.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan bahwa P4S merupakan lembaga pelatihan pertanian dan pedesaan yang didirikan, dimiliki, dan dikelola oleh petani secara swadaya baik perorangan maupun berkelompok yang diharapkan berperan aktif dalam pembangunan pertanian.

“Minimal dalam memenuhi kecukupan pangan masyarakat sekitarnya bahkan diharapkan dapat berkembang keskala yang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani,” katanya.

Pengembangan usaha yang dilakukan P4S di wilayah Sumatera Selatan sangat bervariasi. Sebagai contoh yaitu dari pembibitan dan budidaya tanaman perkebunan di P4S Lestari Tani dan P4S Karya Tani, Indralaya, Budidaya tanaman buah jeruk di P4S Azh- Zhaahir Pagar Alam, Pengolahan hasil pertanian di P4S Cakra Farm Prabumulih, dan lainnya.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya juga memberikan dukungannya terkait pengembangan P4S.

”Kita sendiri sebagai anak bangsa juga harus peduli kepada petani. Sektor pertanian menjadi ujung tombak dalam perekonomian bangsa. Petani tidak hanya diajarkan on farm, namun dibimbing untuk mejadi pemain di pasar,” tambah Bustanul.

Dalam kunjungan pembinaan Puslatan dan BPP Lampung ke P4S yang berada di Sumsel, diketahui bahwa networking merupakan kunci utama keberhasilan dalam mengembangkan usaha baik dibidang pengembangan ekonomi maupun pelatihan dan pemagangan.

Kerjasama dengan pemerintah daerah juga menjadi topik yang tidak kalah penting. Sinergisme antara pusat, pemerintah daerah, dan P4S sendiri sangat diperlukan untuk mengoptimalkan fungsi dari P4S itu sendiri.

“Keterlibatan BPP Lampung bersama lembaga Pendidikan (Perguruan Tinggi) juga dirasa penting dalam update teknologi dan keilmuan pertanian yang terbaru. Diharapkan nantinya akan banyak inovasi baru yang muncul sehingga kesejahteraan petani meningkat,” ujar Abdul Roni, Kepala BPP Lampung.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here