Untuk Penuhi Kebutuhan Petani, Stok Pupuk Bersubsidi Disiapkan 3 Kali Lipat dari Ketentuan

0
44

PROBOLINGGO – Pemerintah tidak main-main untuk mendukung aktivitas pertanian melalui pupuk bersubsidi. Pihak PT Pupuk Indonesia bahkan menyatakan telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi hingga tiga kali lipat dari ketentuan.

Pupuk bersubsidi juga telah dikirim ke seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pertanian selama enam minggu kedepan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi untuk hal itu.

“Ini bukti keseriusan kita untuk mendukung pertanian. Untuk enam minggu ke depan kebutuhan pupuk telah dikirim. Berarti tidak ada lagi alasan pupuk tidak tersedia,” katanya, Selasa (13/4/2021).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan jika pendistribusian pupuk bersubsidi mengacu pada data eRDKK.

“Jumlah pupuk subsidi sangat terbatas. Oleh karena itu, kita menggunakan sistem tertutup melalui eRDKK untuk mendistribusikannya. eRDKK berisi data petani penerima manfaat serta jumlah pupuk yang akan diterimanya. Jumlah tentu disesuaikan dengan kuota yang ada,” jelasnya.

Dijelaskan Sarwo Edhy, kriteria penerima pupuk bersubsidi sendiri telah diatur dalam Permentan Nomor 49 Tahun 2020.

“Kriteria penerima pupuk bersubsidi adalah petani memiliki KTP, memiliki lahan maksimal 2 hektare, tergabung dalam kelompok tani, dan telah menyusun eRDKK,” katanya.

Terpisah, Direktur Keuangan dan Investasi Pupuk Indonesia, Taufik Eko Wibowo menyatakan, selama enam minggu kedepan pupuk subsidi telah didistribusikan ke seluruh Indonesia dan diharapkan  bisa mencukupi kebutuhan para petani.

“Kami selalu berusaha memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan aturan pemerintah. Stok tersebut dua hingga tiga kali lipat lebih banyak dari stok minimum ketentuan pemerintah,” kata Taufik.

Stok pupuk subsidi telah disiapkan di gudang lini 1 (produsen) sampai dengan lini 4 (kios resmi) sebanyak 1,5 juta ton. Jumlah tersebut cukup untuk alokasi selama enam minggu ke depan.

Ia menjelaskan, stok pupuk subsidi ini tersebar di seluruh Indonesia. Adapun rinciannya, pupuk Urea 689 ribu ton, NPK Phonska 304 ribu ton, ZA 198 ribu ton, SP-36 172 ribu ton, dan pupuk organik Petroganik 145 ribu ton.

Untuk membantu kelancaran penyaluran pupuk subsidi, Pupuk Indonesia didukung jaringan distribusi yang luas, yaitu memiliki 9 unit pengantongan, 6 unit Distribution Center (DC), 203 kapal laut, 6.000 lebih truk, 595 gudang dengan kapasitas 3,1 juta ton, dan memiliki jaringan distributor sebanyak 1.200 dengan 29.000 lebih kios resmi.

“Pupuk Indonesia juga telah menerapkan teknologi digital 4.0 dalam pendistribusian pupuk, melalui sistem Distribution Planning and Control System (DPCS) yang dapat memonitor posisi pengiriman barang, dan memantau stok hingga ke level kios secara real time,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here