Ekonomi Rakyat Menggeliat, Kran Ekspor ke Tiongkok Mengalir Rp20 Triliun

0
29

JAKARTA – Ekonomi rakyat Indonesia menggeliat positif meski dibayangi pandemi Covid-19. Sebab, kran ekspor dengan pasar Tiongkok sudah terkunci. Nilai kesepakatan dagangnya mencapai Rp20 Triliun per tahun. Adapun durasi kerjasamanya hingga 2023. Transaksinya meliputi beberapa komoditi dengan potensi serapan tenaga kerja di tingkat lokal menjanjikan.

“Indonesia sudah menjalin kerjasama perdagangan dengan Tiongkok. Nilainya sangat bagus untuk menunjang kesejahteraan masyarakat. Kran ekspor ini tentu menjadi momentum positif bagi ekonomi kerakyatan di tengah situasi pandemi,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Kerjasama perdagangan Indonesia-Tiongkok sudah ditandatangani beberapa hari yang lalu. Letter of Intent ditandatangani langsung oleh importir Tiongkok dan Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun plus Atase Perdagangan Indonesia di Tiongkok. Importir Tiongkok melibatkan 6 perusahaan besar.

Adapun komoditi ekspor perdagangan tersebut adalah sarang burung walet, buah-buahan, serta produk kayu/mebel. Untuk buah komposisi utamanya adalah nanas. Prodak lainnya adalah porang dan gula aren. Prodak tersebut menghasilkan nilai kontrak USD 1,38 Miliar atau Rp20 Triliun untuk durasi 3 tahun ke depan.

“Ada kesempatan berusaha yang bagus dalam beberapa tahun ke depan bagi para pemilik sarang burung walet, petani, dan pengrajin kayu/mebel. Di situ juga ada potensi serapan tenaga kerja yang besar,” terang Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar.

Seiring tumbuhnya sektor perdagangan, perusahaan Tiongkok bahkan berencana berinvestasi di Indonesia. Membidik produk furnitur, perusahaan Shandong Jinruyi Group diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja hingga 3.000 orang. Lebih lanjut, Indonesia-Tiongkok melakukan perjanjian skema bilateral Economic and Trade Cooperation menjadi Trade and Investment Facility Agreement (TIFA).

“Komitmen dagang tersebut berasal dari 6 perusahaan Tiongkok. Kami optimistis pertumbuhan ekspor Indonesia menuju Tiongkok bisa mencapai USD100 Miliar pada tahun 2024 nanti,” jelas Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.

Kerjasama perdagangan kedua negara memang kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2020, ekspor Indonesia menuju Tiongkok mencapai USD31,78 Miliar. Angka tersebut naik 13,64% dari tahun sebelumnya. Adapun jumlah total perdagangan kedua negara pada tahun tersebut mencapai USD71,41 Miliar.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here