Wisata Religi Masjid Asasi Padang Panjang, Arsitektur Minangkabau yang Dibangun Abad ke-18

0
26

PADANG PANJANG – Kota Padang Panjang Sumatera Barat boleh dibilang kawasan yang memiliki destinasi wisata lengkap. Tak hanya panorama alam, Kota Padang Panjang juga memiliki desa wisata, termasuk wisata religi. Salah satunya adalah Masjid Asasi yang merupakan rumah ibadah umat Islam yang didirikan pada abad ke-18.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwista Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Familiarization Trip atau Famtrip yang melibatkan Key Opinion Leader (KOL). Salah satu destinasi wisata yang dikunjungi adalah Masjid Asasi. Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu memaparkan, Masjid Asasi merupakan destinasi wisata religi yang memiliki banyak sejarah yang menjadi daya pikatnya. “Ada story telling yang bisa menjadi daya pikat Masjid Asasi sebagai destinasi wisata religi,” tutur Vinsensius Jemadu, Sabtu (13/3/2021).

Sektor pariwisata, pria yang karib disapa VJ itu melanjutkan, merupakan sektor yang paling terdampak Covid-19. Kemenparekraf/Baparekraf berkewajiban membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengalami kemandekan pada saat pandemi ini.

“DNA pariwisata itu adalah perjalanan wisata. Ketika orang tidak melakukan perjalanan, wisatawan tak melakukan pergerakan, maka pariwisata akan berdampak serius,” tutur VJ. Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menambahkan, salah satu pedoman wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata dalam masa pandemi ini adalah jaminan keselamatan dan keamanan. Untuk itu, kata Taufik, Kemenparekraf/Baparekraf menggencarkan implementasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainable) sebagai ujung tombak pariwisata aman dan nyaman.

“Pada masa pandemi ini salah satu pedoman bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata adalah aspek keselamatan dan keamanan. Jadi saat ini tak cukup hanya atraksi, aksesibilitas dan amenitas, tetapi juga aman dari Covid-19 juga menjadi hal utama. Itulah sebabnya kami menggencarkan implementasi CHSE,” ujarnya.

Selain itu, dalam kerangka menggerakkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam negeri, Taufik menyebut Kemenparekraf/Baparekraf menggaungkan hastag #DiIndonesiaAja. “Turunannya nanti masing-masing daerah menggunakan hastag daerahnya masing-masing. Misalnya di Padang Panjang ini pakai hastag #DiPadangPanjangAja. Dengan begitu pergerakan wisatawan akan terjadi dn menggairahkan kembali wisata di daerah,” tutur dia.

Ketua LPM Masjid Asasi, Syawaludin Rauf Datuk Gamo menjelaskan, awal mula masjid ini bernama Surau Gadang Sigando yang terletak di Nagari Sigando, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. “Masjid ini diperkirakan berdiri sejak abad ke-18 dan tercatat sebagai masjid tertua di Padang Panjang. Arsitekturnya mengikuti bentuk masjid tradisional Minangkabau,” tuturnya.

Sejak didirikan, konstruksi masjid tidak mengalami kerusakan berarti, walaupun dilanda gempa besar pada 1926 dan 2009. Pemugaran yang dilakukan berupa penggantian atap ijuk dan dinding tidak mengubah keaslian bentuk masjid. Pemerintah Indonesia telah menetapkannya sebagai benda cagar budaya di bawah Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Sumatra Barat, Riau dan Kepulauan Riau.

“Sejak didirikan, konstruksi masjid tidak mengalami kerusakan berarti walaupun dilanda gempa besar pada 1926 dan 2009. Pemugaran yang dilakukan berupa penggantian atap ijuk dan dinding tidak mengubah keaslian bentuk masjid. Pemerintah Indonesia telah menetapkannya sebagai benda cagar budaya di bawah Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.Saat ini, Masjid Asasi menjadi salah satu daya tarik wisata di Padang Panjang,” ujarnya.

Gagasan pembangunan masjid dicetuskan oleh penduduk Nagari Gunung dan tiga nagari sekitarnya yakni Paninjauan, Tambangan, dan Jawo. Keempat nagari ini menjadikan Masjid Asasi sebagai pusat aktivitas keagamaan mereka. Seiring perjalanan waktu, masing-masing nagari mulai membangun sendiri masjid yang lokasinya lebih dekat.Pada masa sebelum kemerdekaan, masjid ini pernah menjadi basis pengembangan Islam melalui kehadiran Madrasah Thawalib Gunuang yang berlokasi di sekitar masjid.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here