Teduhnya Pesona Desa Wisata Kubu Gadang Sumbar, Panoramanya Bikin Betah Tinggal

0
28

PADANG PANJANG – Salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi ketika berlibur ke Sumatera Barat adalah Desa Wisata Kubu Gadang yang terletak di Jalan H Miskin, Ekor Lubuk, Padang Panjang, Kota Padang Panjang. Ada banyak atraksi yang bisa kita nikmati saat berlibur ke desa wisata yang digagas pada tahun 2015 tersebut. Yang menarik tentu saja panoramanya yang indah dipenuhi hamparan sawah nan hijau. Teduh memandangnya. Keindahan alam Desa Wisata Kubu Gadang membuat siapapun yang mengunjunginya betah berlama-lama untuk tinggal.

Desa wisata ini menghadirkan budaya dan keindahan panorama alam. Sebut saja misalnya tradisi makan baradaik (beradat) yang merupakan budaya masyarakat yang disuguhkan kepada wisatawan yang datang berkunjung. Ada pula silek lanyah atau atraksi silat di lumpur yang dilakukan di lahan sawah yang telah dipanen. Atraksi lainnya seperti randai, pacu upiah, paket wisata edukasi bagi anak dan lainnya yang semuanya dilaksanakan di lahan sawah. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Sabtu (13/3/2021) mengajak peserta yang terdiri dari Key Opinion Leader (KOL) melihat lebih dekat Desa Wisata Kubu Gadang melalui kegiatan Familiarization Trip atau Famtrip.

Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu kegiatan ini diselenggarakan untuk kembali menggerakkan sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19. Menurut pria yang karib disapa VJ tersebut, Virus Covid-19 yang melanda dunia tak terkecuali Indonesia menyebabkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif seakan berhenti berdenyut.

“Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagaimana kita lihat sekarang ini tidak bisa mengoperasionalkan usahanya. Karena itu, Kemenparekraf/Baparekraf mencoba menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tentunya ada pergerakan-pergerakan meskipun Covid-19 masih melanda. Tapi kami berupaya agar bagaimana caranya ekonomi tetap bisa bergerak,” tutur VJ, Sabtu (13/3/2021). Salah satu yang memberi jaminan pergerakan wisatawan di tengah pandemi adalah implementasi protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainable) dengan ketat dan disiplin.

“Ke depan, sebagaimana dikatakan Pak Menteri, desa wisata dan homestay adalah program utama dan unggulan dari Kemrnparekraf/Baparekraf. Dengan penguatan desa wisata dan homestay perekonomian di daerah bisa kembali bangkit. Wisatwan pelan-pelan mulai bergerak, meskipun staycation namun memiliki atraksi di tempat itu. Jadi, tempat yang bisa untuk menikmati atraksi dan bisa dipakai kerja itu yang dicari seperti itu ke depan,” ujarnya.

Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menuturkan, dari sisi aksebilitas, Kota Padang Panjang ini terbilang sudah cukup bagus. Transit dari Bukit Tinggi bisa lewat Padang Panjang atau sebaliknya. “Memang ini sangat potensial sekali. Jadi harus terus digalakkan, digarap bagaimana ekonomi kreatif dan pariwisata di sini bisa ditingkatkan. Unggulannya desa wisata dan homestay. Dan kebetulan desa wisata di sini juga dinominasikan akan mendapatkan award. Artinya mendapatkan penghargaan CHSE untuk kategori desa wisata yang menerapkan CHSE. Desa Wisata Kubu Gadang ini satu dari 16 nominator,” ujarnya.

Tak hanya program CHSE, Taufik menyebut pada masa pandemi ini Kemenparekraf/Baparekraf tengah menggencarkan tagar #DiIndonesiaAja. “Inilah tagar yang kita pakai saat pandemi. Kami harapkan semua itu punya turunan. Kami di kementrain memakai tagar #DiIndonesiaAja. Nanti di Padang kita pakai hastag #DiPadangAja. Harapannya akan memicu tiap-tiap daerah untuk memberikan service yang terbaik kepada wisatawan dan calon wisatawan dengan tagar-tagar itu. Tagar itu juga harus diaplikasikan agar bagaimana orang-orang bisa berwisata di Padang Panjang saja,” tuturnya.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Padang Panjang, Reynold Oktavian menuturkan, salah satu kekuatan di Desa Wisata Kubu Gadang adalah pelestarian rumah adat. “Desa Wisata Kubu Gadang dan pelestarian di Minangkabau ini tentu akan menjadi contoh suatu daerah di seluruh Indonesia untuk melestarikan budaya. Dengan demikian, potensi yang sudah terpendam begitu lama akan semakin meningkat dengan kerja sama para media yang luar biasa ini,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran Kemenparekraf/Baparekraf yang sudah melihat potensi di daerah, terutama Desa Wisata Kubu Gadang ini tentu akan lebih bisa berkembang lagi. “Harapan kami tentu saja ke depan  lebih memperhatikan lagi, memberikan perhatian khusus dalam melengkapi alat-alat dan lain sebagainya. Seperti kita lihat sekarang ini, salah satu perhatian datang sendiri di sini. Sangat luar biasa pada masyarakat di sini. Tentu ke depan akan lebih baik lagi,” harap dia.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here