Membuka Pintu Gerbang Minangkabau dari Museum Bustanul Arifin di Kota Padang Panjang

0
37

PADANG PANJANG – Salah satu destinasi yang cukup membuat wawasan kita terbuka lebar tentang Minangkabau adalah Museum Bustanul Arifin. Ya, Museum Bustanul Arifin bak pintu gerbang untuk melihat lebih jauh tentang Minangkabau. SABTU (13/3/2021) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Familiarization Trip atau Famtrip yang melibatkan Key Opinion Leader (KOL) untuk mempromosikan destinasi wisata di Kota Padang Panjang. Salah satu destinasi yang disasar adalah Museum Bustanul Arifin.

Museum Bustanul Arifin merupakan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau atau biasa disingkat PDIKM. PDIKM merupakan salah satu museum di Sumatera Barat yang terletak di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu menjelaskan, Kota Padang Panjang memiliki destinasi yang cukup lengkap. Salah satu yang dipromosikan adalah destinasi berbasis edukasi. “Dari sini kita bisa membuka cakrawala kita mengenai Minangkabau dari masa lalu, masa kini hingga rencana ke depan,” tutur Vinsensius Jemadu, Sabtu (13/3/2021).

Wahana edukasi ini, pria yang karib disapa VJ itu melanjutkan, melengkapi atraksi yang dimiliki Kota Padang Panjang. Wisatawan memiliki minat wisata berbeda-beda. “Wisata edukasi ini merupakan wisata minat khusus sebagai pelengkap atraksi di Kota Padang Panjang ini. Kami amat mengapresiasi kelengkapan destinasi wisata beserta atraksi yang dimiliki Kota Padang Panjang ini,” tutur VJ.

Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menambahkan, sebagai sebuah kawasan, apa yang dilakukan Kota Padang Panjang merupakan hal yang tepat. “Tentu saja harus menyiapkan segalanya. Kita ketahui 3A itu adalah aksesbilitas, atraksi dan amenitas. Kalau aksesibilitas di sini rasanya sudah tidak ada masalah. Dari jalan darat dari bandara ke destinasi tidak ada masalah. Amenitasnya homestay ada sebagai pengganti dari hotel-hotel. Desa wisata adalah amenitasnya,” tutur Taufik.

Atraksi, Taufik melanjutkan, merupakan daya pikat agar wisatawan memiliki waktu lama tinggal yang cukup panjang di suatu destinasi wisata. “Atraksi itu harus ditawarkan supaya orang lebih lama tinggal, karena tujuan wisatawan itu pertama adalah pergerakan, kemudian orang bergerak, lalu orang itu bermalam. Artinya long of stay (lama tinggal),” ujarnya.

Selain long of stay, Taufik menilai hal terpenting juga adalah spending money. “Harus ada spending (pengeluaran). Pengeluaran ini bisa keluar banyak kalau ada atraksi tadi dan souvenir-souvenir yang bagus, ada obyek destinasi yang bisa di kunjungi, ada kuliner dan lain sebagainya. Itu bisa dikemas agar mereka bisa lebih lama lagi tinggal di sini dan setelah lama pasti ada pengeluaran. Itulah harapannya, bisa menggerakkan perekonomian daerah yang meningkatkan PAD dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Taufik.

Kasi Pemasaran dan Kemitraan Disporapar Padang Panjang, Syahrial menuturkan, salah satu destinasi di Kota Padang panjang ini adalah pusat komunikasi destinasi Minangkabau. “Ini adalah salah satu dan juga ada destinasi unggulan lainnya. Ada Luwung Takucing, Mipan Minang Fantasi Wahana Air juga ada penginapan. Kemudian ada Kubu Gadang. Mudah-mudahan masyarakat bisa menikmati aktivitas kepariwisataan yang ada,” ujarnya.

Ia menilai Museum Bustanul Arifin merupakan pusat komunikasi dan dokumentasi Minangkabau. “Karena ini merupakan pusat dokumentasi dan informasi kebudayaan Minangkabau, kita membranding-nya Kota Padang Panjang itu menjadi The Gate of Minangkabau. Kenapa di sebut The Gate of Minangkabau, karena kebudayaannya juga di Padang Panjang pusat institusi seni Indonesia yang merupakan salah satu institusi terbesar di Sumatera di luar Jawa dan itu dapurnya budaya terbesar di Padang Panjang ini Sumatera Barat,” papar dia.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here