Gandeng BSB, Muara Enim Salurkan KUR untuk Pertanian

0
32

MUARA ENIM – Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPHP) Kabupaten Muara Enim juga melakukan berbagai terobosan dengan cara menjalin kerjasama dengan Bank Sumsel Babel untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, kehadiran KUR adalah salah satu upaya negara untuk memastikan kesejahteraan bagi para petani di seluruh Indonesia dan membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

“Kami mendorong petani agar berani memanfaatkan layanan program KUR yang disediakan negara, sebagai upaya negara meningkatkan kesejahteraan para petani di seluruh Indonesia,” kata Mentan SYL, Sabtu (13/3).

Mentan SYL melanjutkan, KUR ini dapat dimanfaatkan para petani dan penangkar. Dengan bunga yang hanya 6 persen per tahun ditambah kemudahan dalam mengakses pinjaman, skema KUR dinilai ramah bagi petani.

“Turunnya suku bunga KUR menjadi angin segar bagi petani. Dimana KUR untuk petani skemanya berbeda dengan KUR pada umumnya,” tambahnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy Edhy menerangkan, petani mendapatkan keringanan untuk membayarnya, yakni dapat dibayar dan boleh dicicil pada saat produk pertaniannya sudah menghasilkan (panen).

“Ini tentu memudahkan para petani, misalnya petani mengajukan KUR Rp 50 juta (tanpa agunan) untuk modal usaha taninya yang berupa tanaman padi atau jagung,” ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, tahun ini pemerintah menurunkan suku bunga menjadi 6 persen per tahun dan tanpa agunan untuk pinjaman maksimal Rp 50 juta.

Sarwo Edhy menggambarkan, tanaman tersebut baru menghasilkan setelah kurang lebih tiga bulan. Jadi ketika sudah 3 bulan, petani dapat melunasinya.

“Tahun sebelumnya bunga KUR 7-8 persen, tapi sekarang menjadi 6 persen. Ini pasti tidak akan memberatkan petani,” pungkas Sarwo Edhy.

Menurut Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Penyuluhan Dinas TPHP, Yadi Setiadi, keberadaan alam yang subur, tenaga yang kuat, tidaklah cukup sebagai syarat dalam meningkatkan produksi pangan tanpa disertai ilmu dan teknologi pertanian mumpuni.

“Maka itu kita merasa perlu melakukan pendampingan secara berkala ke petani dalam meningkatkan kualitas pertanian. Sehingga nanti para petani di Kabupaten Muara Enim dapat meningkatkan perekonomiannya dengan adanya pendampingan serta kerjasama kredit KUR dari Bank Sumsel Babel,” kata Kabid Prasarana Sarana dan Penyuluhan Dinas TPHP, Yadi Setiadi.

Sementara itu, Wakil Kepala Cabang BSB Tri Novianty dalam paparnya di Dinas TPHP Muara Enim mengatakan, KUR Bank Sumsel Babel untuk petani merupakan salah satu wujud dan komitmen BSB sebagai perbankan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Muara Enim dan Sumsel umumnya.

“KUR merupakan produk kredit usaha rakyat baik micro maupun super mikro yang dimiliki Bank Sumsel Babel. Melalui produk ini kita akan memberikan fasilitas kredit modal kerja yang diberikan kepada pelaku usaha kecil yang memiliki usaha produktif seperti halnya petani,” jelas dia.

Menurut Tri, bunga KUR dari BSB relatif rendah dan dapat dijangkau oleh petani yang memiliki usaha produktif.

“Suku bunga pada produk KUR kita ini hanya 0,5 persen perbulannya dengan platfornd pinjaman usaha super micro kurang dari Rp 10 juta, micro lebih dari Rp 10 juta hingga Rp 50 juta, dan usaha kecil dengan platform lebih dari Rp 50 juta hingga Rp 500 juta,” urainya.

Ditambahkannya, produk KUR ini bebas biaya provisi, biaya administrasi, dan biaya asuransi.

“Calon penerima KUR ini harus memenuhi syarat diantaranya usaha telah berjalan secara produktif minimal selama 6 bulan, memiliki track record baik dan tidak pernah menunggak di lembaga keuangan lainnya, tidak memiliki pinjaman produktif di bank lainnya, dan lolos sistem informasi kredit program dimiliki kementerian keuangan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here