Strategi Kemenparekraf Gencarkan Promosi Destinasi Wisata Kota Pariaman Berbasis CHSE

0
31

PARIAMAN – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus menggencarkan promosi destinasi wisata Kota Pariaman Sumatera Barat. Salah satu promosi yang digencarkan adalah program CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainable).

Strategi promosi yang dipilih Kemenparekraf/Baparekraf dalam mempromosikan destinasi wisata di Kota Pariaman dengan melibatkan Key Opinion Leaders (KOL) melalui Familiarization Trip atau Famtrip pada 12-14 Maret 2021. Pada acara yang mengambil tema “Perjalanan Wisata Pengenalan Kota Pariaman Sumatera Barat (Sumbar)” itu Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu menjelaskan, pengenalan destinasi wisata ini digencarkan mengingat pariwisata merupakan sektor yang amat terpuruk pada masa pandemi seperti saat ini.

“Pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terdampak Covid-19. Maka, kami berupaya membangkitkan kembali dengan melakukan promosi sejumlah destinasi di Kota Pariaman ini,” tutur Vinsensius Jemadu, Jumat (12/3/2021).

Pria yang karib disapa VJ itu melanjutkan, CHSE digencarkan untuk dipromosikan lantaran saat ini orientasi wisatawan tak hanya sekedar atraksi, aksesibilitas dan amenitas belaka dalam memilih destinasi wisata, namun juga memperhatikan dengan detail aspek keselamatan dan kesehatan dari paparan Covid-19.

“Kami mencoba mengangkat kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang selama ini semenjak setahun yang lalu terpuruk akibat pandemi ini. Jadi, bagaimana caranya kita tetap mempertahankan protokol kesehatan, khususnya CHSE. Dalam hal ini kita lebih banyak melakukan promosi karena destinasi itu menerapakan protokol kesehatan CHSE,” tutur VJ.

Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menambahkan, promosi ini dilakukan untuk mempersiapkan jika destinasi wisata telah diizinkan untuk dibuka kembali. “Untuk saat ini kita belum diperbolehkan mengajak orang untuk berwisata, karena nanti bertolak belakang dengan program pemerintah. Ini pilihan sulit. Di satu sisi kita harus menggerakkan pariwisata dan menggerakan ekonomi kerakyatan yang sudah terpuruk selama setahun. Tapi di sisi lain kita juga harus menerapkan protokol kesehatan, di mana agar transmisi perpindahan virus Covid-19 itu harus kita tekan trasmisinya itu,” tutur Taufik.

Pada situasi seperti saat ini, Taufik melanjutkan, Kemenparekraf/Baparekraf juga menggencarkan tagar #DiIndonesiaAja sebagai bentuk dukungan dan keberpihakan kepada destinasi wisata yang tersebar di Indonesia. Tujuannya agar menarget wisatawan domestik untuk berwisata di dalam negeri saja
“Pelaksanaan Famtrip ini lebih mengutamakan protokol CHSE dan intinya kegiatan ini dengan memakai tagar #DiIndonesiaAja,” tutur dia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono merasakan betul dampak Covid-19 yang meluluhlantakkan sektor pariwisata di daerahnya.Jumlah kunjungan menurun drastis sejak pandemi melanda. “Sebelum pandemi ini bisa mencapai 3,2 juta wisatawan domestik ke Pariaman. Semenjak pandemi ini turun drastis. Sekarang tinggal 1,2 juta pada tahun 2020 kemarin. Padahal target kami di 2021 ini sehari 5.000 pengunjung. Jadi sekitar 1,8 juta pengunjung yang datang ke Pariaman di 12 titik destinasi yang ada di Pariaman,” ucapnya.

Ia optimis dengan program yang digagas Kemenparekraf/Baparekraf situasi kepariwisataan di Kota Pariaman berangsur-angsur akan pulih. “Target yang masuk akal berdasarkan arahan Pak Menteri yang baru yaitu adaptasi kebiasan yang baru selama pandemi dengan protokol kesehatan. Segera membuat inovasi yang berarti dan segera bekolabirasi dengan yang lain, sehingga destinasi wisata yang ada di Pariaman ini menjadi bangkit,” jelas dia.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here