Jelajahi Pantai Angso Duo Pariaman, Kemenparekraf Gaungkan Tagar #DiIndonesiaAja

0
35

PARIAMAN – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan Familiarization Trip atau Famtrip pada 12-14 Maret 2021. Event yang melibatkan Key Opinion Leaders (KOL) dimaksudkan untuk mempromosikan kembali destinasi wisata di Kota Pariaman Sumatera Barat yang terdampak Covid-19. Salah satu destinasi yang dituju adalah Pantai Angso Duo. Pantai berpasir putih itu memang begitu menawan. Pamandangannya nan asri membuat kita betah berlama-lama bermain di sini.

Bukan tanpa alasan Kemenparekraf/Baparekraf kembali mempromosikan perjalanan destinasi wisata Kota Pariaman. Sebagai sektor yang terdampak Covid-19, pariwisata butuh dukungan pemulihan intensif. “DNA pariwisata itu adalah pergerakan wisatawan. Ketika tak ada pergerakan wisatawan, maka pariwisata akan mati. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk mempromosikan kembali destinasi wisata di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menggaungkan tagar #DiIndonesiaAja,” kata Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, Jumat (12/3/2021).

Menurut pria yang karib disapa VJ itu, dipilihnya destinasi wisata di Pariaman oleh karena destinasi wisata di kota tersebut membutuhkan perhatian khusus. “Meskipun bukan destinasi prioritas atau lima destinasi super prioritas, tapi Pariaman juga memiliki potensi yang cukup besar. Potensi-potensi tersebut perlu digarap. Masih banyak di Pariaman ini destinasi yang akan kita kunjungi dalam Famtrip ini. Nanti akan mendapat perlakuan yang sama, tentu dengan porsi yang berbeda beda,” tutur VJ.

Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menjelaskan lebih rinci event Famtrip tersebut. Tujuannya, kata Taufik, yakni mengajak Traveler dan Instagramable untuk mengambil bagian mempromosikan destinasi wisata di Kota Pariaman. “Karena kalau menggunakan travel agent untuk mempromosikan dan menjual destinasi wisata di Pariaman, saat ini belum bisa memungkinkan. Tidak mungkin dalam situasi sekarang ini untuk melakukan perjalanan. Mereka (wisatawan) masih melihat lihat situasinya. Jadi yang paling bagus untuk melakukan promosi saat ini melalui sosial media. Para Vloger, Selegram, mereka itulah tempatnya berpromosi di sosial media,” tutur Taufik.

Ia berharap dari hasil promosi di sosial media itu masyarakat dapat melihat lebih dekat bagaimana protokol kesehatan telah berjalan dengan cukup baik di destinasi wisata di Kota Pariaman ini. “Sehingga orang dari rumah pun bisa melihat dari gadget, bisa melihat di mana destinasi-destinasi yang sudah menerapkan protokol kesehatan sambil menunggu situasi. Kalau sudah ada vaksin massal, kekebalan kelompok di atas 70 persen, nanti baru mereka berani melakukan perjalanan,” ujar Taufik.

Setelah vaksin, Taufik melanjutkan, ke depan masyarakat akan melihat destinasi yang menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainable). “Begitu selesai pandemi dan begitu vaksin sudah didistribusikan secara merata, maka orang langsung melihat destinasi itu. Nanti ke depan, destinasi yang menerapkan CHSE-lah yang akan menjadi destinasi unggulan yang akan dicari atau destinasi juga yang menyediakan tempat kerja sekaligus tempat berwisata. Sekarang banyak orang yang staycation di hotel, piknik sekaligus dan bekerja sekaligus. Jadi, destinasi hotel staycation seperti itu yang akan menjadi destinasi tempat-tempat yang akan dicari,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono menjelaskan, wilayahnya merupakan kota bahari dengan luas mencapai 12,6 kilometer. Dari bandara hanya membutuhkan waktu sekitar 35 menit saja. “Pariaman memiliki empat pulau. Ada pulau ujung, tengah, Angso Duo dan Pulau Kasia. Dari empat pulau itu yang dekat dengan Gandoria yang menjadi master-nya itu Pantai Angso Duo. Sehingga, empat tahun yang lalu kita sudah mempersiapkan segala fasilitasnya seperti toilet, musala, cottage dan ini sudah mempersiapkan destinasi wisata unggulan dulu yang ada di Pariaman,” papar Marhaen.

Pantai Angso Duo, Marhaen melanjutkan, secara geografis paling strategis dengan Pantai Gandoria hanya jarak 1,5 Km atau sekitar 15 menit. “Di Pulau Angso Duo ini ada makam panjang namanya makam Kate Sangkon, salah satu pembawa agama Islam ke Sumatera Barat. Ada juga sumur tua dan sumurnya sudah ratusan tahun yang berada di tengah pulau tapi airnya air tawar,” ulasnya.

“Selain wisata alam juga ada wisata religi. Makam itu juga punya kesaktian dan bisa panjang 16 meter. Angso Duo ini memiliki beberapa tempat hiburan untuk keluarga seperti banana boat mengelilingi Pulau Angso Duo dan melihat sunset di pulau ini,” tutup dia.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here