Petani Lamongan Kendalikan OPT dengan Jajar Legowo

0
37

LAMONGAN – Untuk menjaga produksi pertanian, Kementerian Pertanian mengajak petani di Lamongan, Jawa Timur, untuk menerapkan pola tanam jajar legowo. Dengan cara ini, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) bisa dimaksimalkan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dalam pandemi Covid-19 menjaga produksi pertanian sangat penting.

“Penyediaan pangan selama pandemi sangat penting untuk membantu membentuk imun. Dan tugas pertanian adalah menyediakan pangan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, produksi harus dijaga,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa.

“Dalam kondisi apa pun, pertanian tidak boleh terganggu, pertanian tidak boleh bermasalah. Oleh karena itu, petani dan penyuluh harus terus turun ke lapangan untuk memastikan produksi agar terus berlangsung,” katanya.

Untuk menjaga produksi, petani di Lamongan mendapatkan ilmu dan diajak menerapkan jajar legowo melalui Sekolah Lapang Integrated Participatory Development And Management Of Irrigation Project (IPDMIP) pada Kelompok Tani (Poktan) Tani Jaya Kuwanon di Desa Babat Kumpul Kecamatan Pucuk, Daerah Irigasi (DI) Kuwanon Kabupaten Lamongan.

Kegiatan yang berlangsung Rabu (10/3/2021), dilakukan di Balai Dusun Kuwanon, Desa Babat Kumpul, Kecamatan Pucuk, berdekatan dengan lokasi lahan demplot.

Materi yang disampaikan mengenai Penyakit Tanaman Padi. Sebagai pemateri adalah Setiawan Adi Kuncoro selaku PPL di Kecamatan Pucuk dan difasilitasi Septian Adi Pamungkas selaku Staf Lapangan Kecamatan Pucuk.

Setiawan Adi mengatakan, penyakit tanaman padi bisa digolongkan menjadi 3, yaitu Penyakit yang disebabkan oleh cendawan, Penyakit yang disebabkan oleh bakteri, serta Penyakit yang disebabkan oleh virus.

Menurut pria yang akrab disapa Wawan, juga menyampaikan berbagai contoh penyakit dari ketiga golongan tersebut, bagaimana ciri-cirinya, gejalanya, serta cara pengendaliannya. Salah satu penyebabnya adalah jarak tanam yang terlalu rapat, karena itu manfaat dengan tanam jajar legowo bisa meminimalisir pengendalian OPT.

Materi dilanjutkan dengan praktek pengamatan langsung di lahan Demplot serta lahan sekitar Demplot. Hasil pengamatan didiskusikan bersama peserta dan ditemukan 2 penyakit yang telah menyerang di lahan petani yaitu blas daun dan hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae).

Dijelaskannya, pengendalian untuk blas (Pyricularia oryzae) adalah dengan penanaman varietas padi secara bergantian untuk mengantisipasi perubahan ras patogen, Jarak tanam yang tidak terlalu rapat atau aplikasi tanam jajar legowo, Pemupukan berimbang, Bila diperlukan dapat digunakan pestisida yang berbahan aktif

Sedang pengendalian untuk hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae) adalah dengan Buang atau hancurkan tunggul-tunggul dan jerami-jerami yang terinfeksi/sakit.

Kemudian Pastikan jerami dari tanaman sakit sudah terdekomposisi sempurna sebelum tanam pindah, menggunakan benih atau bibit yang bebas dari penyakit bakteri daun bergaris, menggunakan pupuk nitrogen sesuai anjuran, atur jarak tanam tidak terlalu rapat, dan berakan tanah sesudah panen.(EZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here