Kemenparekraf Gelar Famtrip Promosikan Perjalanan Wisata Kota Pariaman Sumbar

0
33

PADANG – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) merumuskan perjalanan wisata pengenalan Kota Pariaman Sumatera Barat (Sumbar) melalui Familiarization Trip atau Famtrip yang melibatkan Key Opinion Leaders (KOL) pada 12-14 Maret 2021. Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu menjelaskan, ada beberapa target sasaran dari penyusunan pola perjalanan wisata pengenalan Kota Pariaman ini.

Pertama, kata pria yang karib disapa VJ ini, kegiatan pola perjalanan ini disusun untuk memperkenalkan destinasi wisata di Kota Pariaman. “Kegiatan ini untuk merekomendasikan destinasi di area Pariaman secara khusus dan perjalanan #DiIndonesiaAja secara umum kepada pasar domestik Indonesia,” jelas VJ, Kamis (11/3/2021).

Kedua, penyusunan pola perjalanan wisata ini juga dilakukan guna menunjukan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability) yang telah diterapkan oleh pelaku pariwisata di sekitar area Kota Pariaman. “Juga untuk mengamplifikasi pesan #IndonesiaCARE ke khalayak luas dan mempublikasikan tata cara berwisata dengan protokol CHSE yang baik dan tepat di tengah masa pandemi,” tutur VJ.

Secara geografis, Kabupaten Padang Pariaman memiliki luas wilayah 73,36 Km2 dengan panjang garis pantai 42,1 Km yang membentang hingga wilayah gugusan Bukit Barisan. Luas daratan daerah ini setara dengan 3,15 persen luas daratan wilayah Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kota Padang sebagai Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat. Padang Pariaman ini banyak terdapat destinasi wisata yang bisa dikunjungi seperti wisata alam, wisata budaya dan wisata sejarah.

VJ berharap output dari kegiatan ini khalayak luas dapat mengetahui berbagai macam destinasi wisata yang banyak tersebar di Kota Pariaman lengkap dengan berbagai fasilitas pendukungnya dan protokol kesehatan CHSE. “Kebutuhan wisata di masa pandemi saat ini tak hanya atraksi, aksesibilitas dan amenitas, tetapi juga seberapa efektif protokol kesehatan berbasis CHSE diimplementasikan di destinasi wisata,” ucapnya.

Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menambahkan, dalam pola perjalanan wisata pengenalan Kota Pariaman, ada beberapa destinasi wisata yang akan disasar. Pertama adalah Pantai Kata Pariaman. Pantai ini, kata kata Taufik, adalah pantai ikonik di Kota Pariaman, terletak di garis  pantai kota.

“Kedua adalah Pulau Angso Duo yang merupakan pulau dengan pantai pasir putih nan menawan di Pariaman,” tutur Taufik. Berikutnya, masih kata Taufik, Kemenparekraf/Baparekraf juga akan memperkenalkan Desa Naras atau Nareh yang merupakan kampung yang menjadi pusat produksi kerajinan sulaman khas Pariaman. Selanjutnya ada Mangrove Forest Park Pariaman yang merupakan desa di Pariaman dengan pemandangan hamparan sawah nan sejuk. Terdapat kopi khas Pariaman yang bisa dicoba di sini.

“Kami juga akan memperkenalkan Anjungan Gandoriah yang merupakan sebuah ruas pantai wisata dengan panorama yang indah pulau-pulau kecil di pusat kota pariaman. Lalu ada juga Talao Pauh yaitu danau kecil dengan konsep kota tepi air atau water front city yang menjadi objek wisata swafoto kaum milenial di Pariaman,” papar Taufik.

Tak hanya destinasi, Taufik menyebut pada pola perjalanan wisata pengenalan Kota Pariaman ini juga akan diperkenalkan kuliner khas kota tersebut. Ada Sate Piaman yang merupakan sate daging sapi khas Padang Pariaman dengan cita rasa asli kuah agak pedas. “Kami juga ingin memperkenalkan Nasi Sek khas Pariaman. Ini adalah kuliner khas Pariaman yaitu nasi dibungkus dengan daun pisang beserta lauk pauk gurih khas Sumatera Barat,” ujarnya.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here