Kementan Siap Dukung BPP Baleendah Kembangkan Konsep Pertanian Terintegrasi

0
31

BANDUNG – Konsep pertanian terintegrasi siap dikembangkan BPP Baleendah, Kabupaten Bandung. Kementerian Pertanian akan mensupport penuh hal ini. BPP ini memiliki potensi lahan yang besar. juga sudah memiliki lay out pengembangan kawasannya. Performa BPP Baleendah juga kompetitif dengan beragam inovasi kreatif yang dikembangkannya.

“Kami memiliki rencana besar untuk jangka panjang. BPP Baleendah ingin mengembangkan konsep pertanian terintegrasi. Luas lahannya sangat mencukupi dan ideal untuk mendukung program tersebut. Untuk itu, kami berharap dukungan penuh dari Kementan untuk mewujudkan rencana ini,” kata Koordinator BPP Baleendah Fery Sofyan Arif, Rabu (10/3).

Mengembangkan konsep pertanian terintegrasi, BPP Baleendah pun didukung lahan dengan luas 4,2 Hektar. Dalam luasan lahan tersebut, BPP Baleendah akan mengembangkan beragam komoditi pertanian, peternakan, hingga perikanan. Semuanya akan berada dalam 1 kawasan.

“Potensi yang dimiliki BPP Baleendah sangat besar. Mereka ini kreatif dan inovatif. Ketersediaan lahan yang ada sangat memungkinkan dilakukannya konsep pertanian terpadu. Kami yakin pertanian di Baleendah dan Kabupaten Bandung akan semakin maju,” papar Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Diar Hadi Gusdinar.

Mengembangkan konsep pertanian terintegrasi, BPP akan mengembangkan budi daya pertanian. Komoditi yang diusahakan diantaranya kopi, palawija, dan hortikultura. Ada juga pengembangan ternak sapi, domba, ayam, bebek, angsa, hingga ikan. Simulasinya saat ini sudah dilakukan dengan lokasi pengembangan di belakang kantor BPP Baleendah. Akan dikembangkan juga fasilitas workshop alsintan dan lainnya.

“BPP Baleendah ini berkembang seperti yang diharapkan. Mereka juga kreatif dan inovatif dalam pengembangan kawasan pertanian modern. Konsep pertanian terintegrasi memang harus dikembangkan karena ada banyak value ekonomi yang bisa dihasilkan,” terang Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Siti Munifah.

Dengan profilnya, BPP Baleendah didukung oleh lahan dengan luas 2.300 Hektar. Rinciannya adalah 1.175 Hektar lahan sawah, lalu 1,125 lahan adalah olahan darat plus perkebunan. Mereka juga memiliki sumber daya sekitar 2.680 orang petani. Para petani tersebut tersebar dalam 100 kelompok tani dan 8 Gapoktan. Kreativitas mereka terbukti dengan kapasitas produksi padi Impari-32 sebesar 10,44 hingga 11 Ton/Hektar.

“Langkah BPP Baleendah membentuk sistem pertanian terpadu harus diapresiasi. Kami siap memberikan dukungan. Sebab, efisiensi dan efektivitasnya bagus secara ekonomi. Semuanya membentuk mata rantai yang saling terkait,” jelas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Disimulasikan pada beberapa spot, besar kapasitas produksi padi Impari-32 tidak lepas dari treatment yang diberikan. BPP Baleendah menerapkan sistem tanam jajar legowo dengan varian 4-1. Melihat hasil positif tersebut, sistem tanam tersebut akan dikolaborasikan dengan treatment pemupukan. Sebagai gambaran, rata-rata kapasitas produksi padi di wilayah BPP Baleendah sebenarnya hanya 6,2 sampai 6,5 Ton/Hektar.

“Kebutuhan untuk pengembangan pertanian terintegrasi akan dikoordinasikan dengan bagian terkait di Kementan. Kami akan support penuh. Sebab, itu juga untuk kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani di Baleendah. Konsep ini juga bisa jadi role model bagi BPP lainnya di sana,” tutup Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here