Kaum Milenial Bisa Kembangkan Bisnis Ini! Sebab, Terbukti Eksis Sepanjang Pandemi Covid-19

0
26

BANDUNG – Kaum milenial tidak usah bingung memilih genre bisnis saat pandemi Covid-19 seperti saat ini. Kids jaman now bisa mengembangkan unit bisnis pertanian. Komoditinya adalah Jamur Tiram Putih atau Pleurotus Ostreatus. Kandungan gizinya tinggi terutama proteinnya sehingga sangat ideal bagi kaum vegetarian.

“Kami tertarik mengembangkan usaha pertanian, lalu dipilih Jamur Tiram Putih. Kondisinya memang berat karena pandemi Covid-19, tapi usaha ini tetap jalan. Kami bisa melewati step demi stepnya hingga masih bisa mendulang pendapatan. Jamur Tiram Putih dipilih karena jarang kompetitornya, disamping faktor lain,” ungkap Ketua Kelompok K Kebon Naufal Fadlurrahman, Selasa (9/3).

Pengembangannya dilakukan oleh Kelompok K Kebon di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Untuk mengembangkannya, diperlukan biaya sekitar Rp60 Juta. Namun, mereka beruntung mendapatkan bantuan modal Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) Rp35 Juta.

“Sektor pertanian memang tetap eksis sepanjang masa pandemic Covid-19. Apa yang dilakukan oleh petani milenial di sini sangat luar biasa. Dengan usaha pertanian, mereka bisa mendapatkan keuntungan meski di dalam kondisi sulit Covid-19. Bagi anak muda lainnya, silahkan mencoba unit usaha pertanian,” terang Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Siti Munifah.

Mengacu data BPS, produk domestik bruto (PDB) pertanian tumbuh 2,59% sepanjang Kuartal IV tahun 2020 (year on year). Komoditas hortikultura pun tumbuh 7,85%. Secara keseluruhan, lapangan usaha pada sektor pertanian tumbuh 1,75%. Mengusahakan Jamur Tiram Putih, Kelompok K Kebon pun memiliki kapasitas produksi hingga 50 Kg/Hari. Adapun harga jualnya sekitar Rp10 Ribu/Kg.

“Milenial ini hanya membutuhkan sedikit inovasi dan kreativitas untuk memulai usaha pertanian. Kami ini pasti akan bantu akses permodalannya. Kalua usaha mereka berkembang, silahkan akses KUR agar unit usahanya bisa diperbesar. Milenial perlu tahu, hasil usaha pertanian sangat besar,” papar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Mengoptimalkan kemajuan teknologi, K Kebon pun mengembangkan pasar melalui marketplace. Rujukan platform yang dipilihnya adalah Sayurbox. Pangsa pasarnya didominasi konsumen dari Jabodetabek. Tapi, ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi bila ingin memasarkan komoditas Jamur Tiram Putih di marketplace. Persyaratan itu, diantaranya jamur harus berwarna putih bersih.

Jamur Tiram Putih yang dipasarkan online juga harus utuh atau tidak cacat. Bila ada sobekan sedikit saja, maka akan dihitung sebagai barang reject. Pelapak juga harus memperhatikan berat yang ditawarkan, yaitu kisaran 300 Gram dan 1 Kg. “Jamur Turam Putih banyak yang mencari karena kandungan gizinya tinggi. Jadi, ideal juga dikonsumsi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini,” lanjut Dedi.

Perlu diketahui, Jamur Tiram Putih ini memiliki kandungan protein lebih tinggi dari sayuran dan buah. Namun, jamur ini tidak mengandung kolesterol. Semakin special, komposisi asam amino penyusun jamur hamper menyerupai hewan sehingga bagus bagi vegetarian. Kandungan mineralnya seperti, Fe, Se, dan Zn sangat tinggi. Bila tetarik, silahkan menghubungi nomor 082213767780.

“Kamu milenial selalu memberikan inspirasi. Mereka tetap berusaha menjalankan bisnisnya, meski ekonomi jenuh karena pandemi Covid-19. Dengan inovasi dan kreativitasnya, mereka bahkan bisa berkembang. Hal ini tentu jadi bukti, pilihan berbisnis pertanian selalu menguntungkan. Mereka bahkan bisa menggerakan perekonomian karena marketplace melibatkan banyak unsur,” tutup Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here