Berau Perketat Monitoring Penyaluran Pupuk Bersubsidi

0
25

BERAU – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau memperketat monitoring penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Berau. Agar pendistribusian maksimal, kios diwajibkan melaporkan stok secara rutin tiap triwulan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, permainan di lingkungan distributor pupuk menjadi penyebab terjadinya ketersediaan pupuk bersubsidi langka. Akibatnya, bila terkendala pupuk akan mengancam turunnya produktivitas pertanian.

“Agen yang dominan di bawah memang suka jadi permainan tertentu. Pertanian itu terlalu banyak permainan yang dihadapi dari luar, kami akan cek kalau ada laporan seperti itu,” ujar Mentan SYL, Sabtu (6/3).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi.

“Salah satunya menerapkan enam prinsip utama yang sudah dicanangkan atau disebut 6T. Yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu,” kata Sarwo Edhy.

Agar bisa memenuhi prinsip 6T, Kementan terus membenahi sistem pendistribusian pupuk subsidi. Di antaranya lewat e-RDKK dan penerapan kartu tani serta memperketat pengawasan.

Mengenai pupuk bersubsidi ini diatur dalam Surat Keputusan Menperindag No. 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003, tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian.

“Dalam Pasal 1 peraturan tersebut dijelaskan, pupuk bersubsidi pengadaan dan penyalurannya mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk kebutuhan petani yang dilaksanakan atas dasar program pemerintah,” ujar Sarwo Edhy.

Prinsip 6T ini, lanjut Sarwo Edhy, juga untuk mengimplementasikan rekomendasi yang diusulkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dimana Kementan diminta mendesain pola penyaluran pupuk bersubsidi langsung kepada petani.

Perintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Keuangan juga menetapkan single HPP sebagai acuan maupun evaluasi pembayaran. Kemudian PIHC diminta meningkatkan peran supervisi atas kegiatan pengadaan dan pengawasan penyaluran di tingkat anak perusahaan.

“Selain itu, Kementan juga meminta partisipasi masyarakat guna mengawasi pelaksanaan program subsidi,” ungkapnya.

Kasi Pupuk Pestisida dan Perlindungan Tanaman, Distanak Berau, Bambang Sujatmiko menyampaikan, pengawasan distribusi pupuk subsidi di 21 kios yang tersebar di beberapa kecamatan. Yakni Kecamatan Batu Putih, Biatan, Bidukbiduk, Sambaliung, Segah, Kelay, Tabalar, Gunung Tabur, Pulau Derawan, Maratua dan Tanjung Redeb.

Pemantauan secara intens merupakan instruksi dari Kementerian Pertanian (Kementan), lantaran pupuk subsidi dianggap belum berjalan maksimal. Sehingga, pemilik kios wajib melaporkan kuota setiap triwulan.

“Kemarin memang pupuk subsidi dievaluasi, masih dianggap kurang berfungsi untuk peningkatan produksi. Begitu juga penyalurannya,” jelasnya.

Selain itu, pengawasan bertujuan untuk memastikan distribusi berjalan maksimal. Panjangnya alur distribusi pupuk subsidi, dikhawatirkan kuota berkurang saat tiba di kios penukaran.

Bahkan, pihaknya telah menyiapkan sanksi jika tidak melaporkan data realisasi. Dengan meminta distributor menghentikan kerja sama penyaluran pupuk subsidi ke kios penukaran.

“Kendati kios penukaran terbilang sedikit dan perlu ditambah. Namun, itu harus dilakukan. Agar penyaluran bisa maksimal,” ucapnya.

Saat ini, penukaran pupuk subsidi harus mengisi formulir dengan menggunakan KTP-el lantaran implementasi Kartu Tani di Kabupaten Berau belum bisa terlaksana. Meski, penggunaan KTP bisa disalahgunakan petani yang tidak termasuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK).

Sebab, syarat penggunaan pupuk bersubsidi harus tergabung dalam RDKK. Yang kini, 10.100 petani yang terdaftar di tahun 2021. Meningkat dibandingkan tahun 2020 sekira 6.000 petani.

“Kami berharap, jika ada petani yang menukarkan tapi tidak terdaftar di RDKK, untuk dialihkan kepada petani yang berhak terlebih dahulu,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here