Airlangga Optimistis Penuhi Deadline Vaksinasi Covid-19 Selesai 2021

0
30

JAKARTA – Pemerintah optimistis bisa menyelesaikan deadline seluruh vaksinasi Covid-19 pada 2021. Sebab, skenario herd imunnity masyarakat Indonesia harus tercapai secepatnya. Bukan sekedar memutus mata rantai infeksi Covid-19, tapi juga memilihkan perekonomian nasional. Apalagi, arah perekonomian nasional berada dalam jalur tepat dan ideal.

“Vaksinasi menjadi hal penting dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Program vaksinasi ini didorong untuk mencapai target herd imunity secepatnya. Kami optimistis target vaksinasi Covid-19 akan selesai tahun 2021 ini,” ungkap Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto.

Mengacu target herd imunity, pemerintah harus menyelesaikan vaksinasi bahi 182 Juta masyarakat Indonesia. Jumlah ini mengacu prioritas masyarakat dengan usia di atas 19 tahun. Apalagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memberikan instruksi langsung terkait penyelesaian target vaksinasi pada tahun 2021 ini.

“Semua harus dikerjakan secara cepat dan terukur. Apalagi, Bapak Presiden Jokowi sudah memberikan instruksi target vaksinasi harus selesai semua tahun ini,” tegas Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Mewujudkan target vaksinasi, strategi khusus sudah disiapkan pemerintah. Saat ini pemerintah menargetkan vaksinasi 160 ribu, lalu slotnya dinaikan menjadi 500 ribu per hari. Lebih lanjut, target yang harus dipenuhi per hari adalah 1 juta orang. Airlangga memaparkan, percepatan vaksinasi untuk mendorong pemilihan perekonomian nasional.

“Prosesor vaksinasi tentu ada kendala. Tapi, semua harus diselesaikan. Ketersediaan vaksin dan vaksinasinatornya harus seimbang. Kalau target vaksinasi terpenuhi, maka akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi. Saat ini perekonomian tumbuh bagus,” papar Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar.

Naiknya optimisme memang tidak lepas dari aktivitas manufaktur di level ekspansif pada slot 60,9% sepanjang Februari 2021. Permintaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus meningkat. Terlebih lagi, indeks kepercayaan konsumen juga terus membaik. Tren tersebut seolah menjadi penegas rapor positif sebelumnya.

Sinyal perbaikan perekonomian sebelumnya sudah ditegaskan melalui hijaunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Nilai tukar rupiah juga stabil dan terus mengalami penguatan, selain faktor kenaikan harga komoditas. Lebih spesial, neraca perdagangan juga surplus USD21,74 Miliar sepanjang 2020. Ini angka tertinggi sejak 2011.

“Kesehatan dan ekonomi akan semakin seimbang. Kami juga sangat yakin kalau ekonomi akan semakin stabil dan target pertumbuhan terpenuhi tahun ini,” tutup Airlangga.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here