Hilirisasi Produk Pertanian P4S Rahayu Tani Berikan Efisiensi Besar Sampai 15%

0
27

BANDUNG – Profil pertanian maju, mandiri, dan modern dimiliki Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Rahayu Tani, Kabupaten Bandung. P4S Rahayu Tani ini fokus mengembangkan hilirisasi pertanian dalam platform bisnisnya. Mereka mampu memutus mata rantai distribusi komoditi pertanian. Hasilnya, ada efisiensi signifikan hingga 15% yang berujung kesejahteraan bagi semua.

“Sistem bisnis yang dikembangkan P4S Rahayu Tani sangat bagus. Bisa memutus mata rantai tata niaga secara maksimal. Dari situ tentu ada keuntungan besar yang bisa dinikmati bersama. Petani otomatis bisa mendapatkan harga jual yang bagus. Tidak ada lagi permainan harga dan semua transparan,” ungkap Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Siti Munifah, Selasa (9/3).

Unit bisnis P4S Rahayu Tani tersebut tergolong unik karena tumbuh dan berkembang bersama pandemi Covid-19. Serapan pasarnya sangat tinggi seiring diterapkannya kebijakan social distancing secara total waktu itu.

“Sektor pertanian stabil selama pandemic Covid-19. Progressnya bagus. Terlait manajemen P4S Rahayu Tani, ada berbagai hal yang harus diperhatikan P4S agar bisnisnya semakin tumbuh berkembang. Secara teknis, mereka harus memperhatikan prosesnya mulai grading, packing, hingga distribusinya. Kreativitas harus ditingkat terus menerus,” kata Siti lagi.

Memberikan efisiensi besar, P4S Rahayu Tani mengembangkan beragam konsep marketing. Selain online, mereka juga menawarkan produknya secara dor to tor ke perumahan termasuk beragam komunitas usaha. Dengan system jemput bola tersebut, P4S Rahayu Tani memangkas biaya pemasaran sekitar 15%. Artinya, pengelola P4S Rahayu Tani dan petani memiliki margin optimal.

Lalu bagaimana dengan para konsumennya? Konsumen pun mendapatkan harga yang kompetitif seiring rendahnya biaya pemasaran. Bila dikomparasi dengan harga di pasar tradisional, konsumen bisa menikmati selisih harga lebih murah 15% hingga 20%.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menerangkan, petani bisa merasakan manfaat besar aktivitas pertaniannya.

“Dengan konsep bisnis seperti ini, tidak ada pihak yang dirugikan. Petani memang untung dan merasakan manfaatnya secara optimal. Pengelola P4S Rahayu Tani juga bisa mendapatkan hasil bagus, lalu konsumen diuntungkan dengan harga rendah. Komoditi yang didapatnya juga bagus dan kualitasnya jelas terjamin,” terang Dedi.

Dikembangkan sebagai terminal bagi komoditi pertanian di zonasi Pangalengan, P4S Rahayu Tani memiliki 2 unit bisnis. Ada sub terminal komoditi hortikultura dan kopi. Anggotanya ada 211 petani yang berperan sebagai supplier komoditi pertanian berupa hortikultura dan kopi sekaligus. Sebab selain mengembangkan hortikultura, petani juga menanam kopi sebagai bagian tumpangsari.

“P4S Rahayu Tani mengembangkan beragam komoditi. Mereka bisa mendapatkan hasil dan manfaatnya secara ekonomi sepanjang tahun. Ada hortikultura dan kopi yang harganya tentu bagus. Sekarang mereka ini tinggal bagaimana meluaskan pangsa pasarnya. Saat ini ada marketplace yang bisa dioptimalkannya,” tegas Dedi.

Dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang bagus, marketplace memang menjadi pilihan ideal bagi petani. Apalagi, Kementan memiliki Kerjasama dengan beberapa marketplace besar. Sebut saja, Lazada dan Tokopedia. Namun, untuk menjadi member harus ada beberapa persyaratan dasar yang wajib dipenuhi. Para pelapak wajib memastikan kontiunitas produknya sepanjang waktu.

Hal ini mendapat dukungan besar dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. “Kami akan mendukung konsep pertanian moder dari hulu hingga hilir. Untuk mengoptimalkan format distribusinya, silahkan gunakan marketplace yang ada. Dengan begitu, potensi pasarnya akan terbuka makin lebar. Tidak hanya pasar domestik, tapi juga mancanegara. Kami akan support ekspor komoditi itu,” papar Mentan Syahrul.

Lebih lanjut, pelapak juga wajib tidak boleh menipu tampilan produknya. Artinya, tampilan produk melalui foto pada marketplace harus sesuai dengan fisik riilnya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kepercayaan pasar. Ketua P4S Rahayu Tani Supriatnadinuri menegaskan, pengembangan bisnis akan terus dilakukan mulai dari perbaikan produk hingga sebaran marketnya.

“Kami gembira karena mendapatkan banyak pencerahan dari Kementan. Inovasi akan terus dilakukan agar produk kami semakin berkualitas. Kami tertarik untuk masuk ke marketplace. Kami yakin, keuntungan yang akan didapatkan lebih besar. Saat ini saja, kami gembira karena ada efisiensi sekitar 15% yang artinya bagus untuk menambah income,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here