Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kementan Manfaatkan IPDMIP

0
46

NUSA TENGGARA BARAT – Untuk meningkatkan ketahanan pangan, Kementerian Pertanian akan mendorong program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP). Oleh karena itu, evaluasi pun dilakukan. Khususnya, pada lokasi yang mendapat program IPDMIP.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementan memberikan perhatian serius untuk program IPDMIP. Sebab, salah satu tujuan IPDMIP adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Peningkatan ketahanan pangan sangat penting dalam kondisi saat ini. Dan melalui kegiatan IPDMIP, kita ingin ketahanan pangan semakin meningkat. Sehingga Indonesia bisa mandiri pangan. Selain itu pendapatan masyarakat pedesaan di Indonesia bisa turut meningkat,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, menegaskan jika IPDMIP juga berupaya untuk meningkatkan nilai pertanian beririgasi secara berkelanjutan.

“IPDMIP bertujuan meningkatkan nilai pertanian melalui peningkatan produktivitas. Jika produktivitas meningkat, pendapatan dan kesejahteraan petani juga meningkat,” katanya.

Evaluasi IPDMIP juga dilakukan di Lombok Tengah. Pertemuan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Adjar Sapto Utomo.

Adjar Sapto Utomo menyampaikan progress penyerapan anggaran dan pelaksanaan kegiatan sampai dengan tahun 2020, dan rencana pelaksanaan IPDMIP tahun 2021.

Selanjutnya Adjar menekankan untuk tahun 2021 Penyuluh Pertanian  dan pelaksana IPDMIP harus menjawab isu penting penyuluhan, yaitu pertama, evaluasi petani  yang menerapkan informasi dan teknologi sekolah lapang (SL) baik peserta SL maupun petani yang bukan peserta SL.

Kedua, perubahan orientasi penyuluhan dari produksi menuju agribisnis. Ketiga,  inovasi penyuluhan dengan mengintegrasikan output program IPDMIP maupun sumber informasi lainnya dalam pelaksanaan penyuluhan, dan keempat,  Koordinasi lapangan antara UPT pertanian dengan UPTD terkait termasuk PPL dengan petugas lapangan dinas PU seperti Juru pengairan dan pengamat.

Selain itu Konsultan teknis Pertanian IPDMIP pada kesempatan tersebut juga menekankan pada capaian layanan penyuluhan melalui optimalisasi Penyuluh Pertanian swadaya dan pendamping, capaian target produksi yang sampai saat ini rata-rata 28%, indeks pertanaman, pengembangan  akses pasar  dan permodalan.

Pertemuan Evaluasi diikuti  diikuti oleh 50 orang terdiri dari Kepala UPT Pertanian dan Pengendalian hama penyakit, Koordinator penyuluh, Penyuluh pertanian di lokasi IPDMIP, staf program dan pendamping. Hadir juga Kepala UPT dan Koordinator penyuluh yang berada pada Daerah Irigasi (DI) Provinsi yang akan menjadi pelaksana kegiatan SL tahun 2021.

Koordinator penyuluh Kecamatan Janapria, Husni Aman, menyampaikan terkait penguatan kapasitas kelompok tani yang masih perlu memanfaatkan peran pendamping.

Selain itu penyuluh sebagai pelaksana program  mengharapkan desain keberlanjutan pasca pelaksanaan kegiatan IPDMIP seperti SL agar menjadi bahan acuan untuk semua.

Yulia Tri S selaku PIC untuk NTB dan NTT menambahkan agar penyuluh swadaya yang sudah dilatih agar selalu dimanfaatkan untuk membantu kegiatan sehingga dapat mempercepat capaian tujuan program (YTS/EZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here