Teknik Tanam Jajar Legowo Diterapkan di Lamongan

0
42

LAMONGAN – Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, Kementerian Pertanian mengajak petani untuk menerapkan sistem tanam jajar legowo. Cara ini juga disampaikan kepada petani di Lamongan melalui program Sekolah Lapang IPDMIP.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan peningkatan produktivitas harus dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan.

“Dalam pandemi Covid-19, kita dituntut untuk mampu menjaga ketahanan pangan, juga mewujudkan kemandirian pangan. Hal ini bisa direalisasikan jika kita mampu meningkatkan produktivitas,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan SL IPDMIP memiliki banyak manfaat yang bisa diterapkan petani di lahan masing-masing.

“Sekolah Lapang IPDMIP mengajarkan petani mengenai off farm dan on farm. Termasuk juga penerapan sistem tanam jajar legowo. Dengan cara ini, produktivitas bisa kita genjot,” katanya.

Kegiatan Sekolah 1 Lapang IPDMIP (Musim Penghujan/MP) di Kabupaten Lamongan, dilakukan pada Kelompok Tani (Poktan) Tani Harapan I, di Desa Pajangan, Kecamatan Sukodadi, Daerah Irigasi (DI)  Kwanon, Kabupaten Lamongan, Senin (1/3/2021).

PPL Kecamatan Sukodadi, Hasyim, mengatakan para petani diajak memahami dan mempraktikkan Tanam Jajar Legowo.

“Tanam Jajar Legowo memberi keuntungan yaitu efek tanaman pinggir memberi hasil yang lebih tinggi, pengendalian OPT dan gulma lebih mudah, penggunaan pupuk lebih berdaya guna dan dijelaskan lebih banyak lagi keuntungan lainnya tetapi yang utama adalah rerata meningkatkan hasil gabah 10-15% dibanding sistim tegel biasa, rerata sebelum Jajar legowo : 6,92 t/ha menjadi 8,2 t/ha GKP,” jelasnya.

Hasyim juga menjelaskan tentang pupuk dan pemupukan, bahwa pemberian pupuk harus tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis serta tepat cara agar memberikan hasil optimal bagi tamanan serta memanfaatkan pupuk organik dan mulai mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

SL juga dihadiri oleh Ida Fourt Handoko selaku Plt Kabid SDM, serta Mohamad Fadholi selaku Kasi di Dinas TPHP Lamongan.

Ida memberikan pengarahan bahwa kegiatan pertanian harus terus ditingkatkan, jangan sampai menurun. Saat ini produksi beras di Lamongan menempati nomor 5 di Indonesia, dan nomor 1 di Jawa Timur.

Beliau juga menghimbau petani mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan mulai memanfaatkan pupuk organik, salah satunya memanfaatkan batang padi sisa panen untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Pemanfaatan pupuk organik walaupun tidak akan memberikan dampak langsung tapi dalam jangka panjang bisa meningkatkan kesuburan tanah.

Para petani diimbau mengikuti SL dari awal hingga akhir. Sehingga mendapatkan ilmu secara runtut mulai dari proses olah tanah, sistem tanam Jajar Legowo, perawatan tanaman hingga panen dan dibisa dipraktekkan di lahan-lahan masing-masing.

Selain itu juga dari 25 peserta yang mengikuti SL bisa menularkan ilmunya kepada yang lain, sehingga bisa mempercepat proses adopsi teknologi dan bisa berdampak pada peningkatan produksi pertanian.(EZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here