Agar Terhindar dari Kerugian Petani Jeneponto Diimbau Asuransikan Lahan

0
25

JENEPONTO – Kementerian Pertanian, melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), mengimbau para petani di Kabupaten Jeneponto untuk mengasuransikan lahan pertaniannya. Sebab, lahan pertanian di 5 kecamatan terancam gagal panen irigasi yang berada di dusun Tompo Kelara, kecamatan Kelara, tertutup longsor.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan asuransi bisa membantu menghindari kerugian saat gagal panen.

“Ada kondisi-kondisi yang bisa mengganggu pertanian, seperti perubahan iklim, cuaca buruk, bencana alam, juga serangan organisme pengganggu tanaman. Dengan asuransi, petani tidak akan rugi. Karena asuransi memiliki klaim yang akan diberikan saat lahan pertanian gagal panen,” katanya, Minggu (21/2/2021).

Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, menguatkan hal tersebut.

“Klaim yang akan dikeluarkan asuransi saat terjadi gagal panen adalah sebesar Rp 6 juta perhektare. Dengan jumlah itu, petani tetap memiliki modal untuk kembali menanam,” katanya.

Sarwo Edhy menjelaskan, asuransi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga produksi pertanian.

“Pemerintah juga memberikan subsidi untuk program ini. Sehingga premi yang harus dibayarkan petani menjadi lebih ringan lagi. Namun, klaim yang didapatkan tidak berubah,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Boronglamu, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Ridwan mengaku bahwa Petani di lima wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Jeneponto, terancam gagal panen.

Lima wilayah kecamatan tersebut adalah Kecamatan Batang, Kecamatan Arungkeke, Kecamatan Binamu, Kecamatan Turatea, dan Kecamatan Kelara.

“Lokasi persawahan petani di lima kecamatan ini hanya mengandalkan air tada hujan untuk tanaman padinya, khususnya di Desa Borong Lamu,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here