Asuransi Bisa Hindari Petani Ponorogo dari Kerugian Akibat Gagal Panen

0
37

PONOROGO РKementerian Pertanian mengajak para petani di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, untuk memanfaatkan asuransi. Terlebih, sejumlah lahan pertanian di Ponorogo terancam gagal panen akibat terendam banjir.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, asuransi akan sangat membantu petani.

“Asuransi akan membuat petani terhindar dari kerugian jika terjadi gagal panen. Oleh karena itu kita mengajak petani untuk memanfaatkannya agar produksi pertanian tidak terganggu,” katanya, Sabtu (6/2/2021).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan pemerintah akan terus mengoptimalkan asuransi.

“Asuransi memiliki klaim yang akan diberikan jika terjadi gagal panen. Klaim tersebut sebesar Rp 6 juta perhektare. Dengan dana itu, produksi pertanian akan terus berlangsung,” katanya.

Sarwo Edy mengatakan asuransi adalah cara terbaik untuk menjaga lahan pertanian.

“Asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana yang akan menjaga lahan dari perubahan iklim, cuaca ekstrim, bencana alam, juga serangan organisme pengganggu tanaman dan hama,” ujarnya.

Banjir yang terjadi di Kabupaten Ponorogo, membuat 83 hektare lahan pertanian terancam gagal panen.

Kabid Tanaman Pangan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, Medi Susanto, menyebutkan padi-padi tersebut masih terselamatkan karena hanya terendam semalam.

Mayoritas lahan pertanian yang terdampak banjir adalah yang berada di sekitar bantaran sungai.

Ia merinci, di Kecamatan Siman, banjir terjadi di Desa Madusasi dan berdampak pada 10 hektar persawahan.

Lalu Desa Brahu 3 hektare, Desa Beton 10 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Ponorogo, di Kelurahan Surodikraman 6 hektare, Kepatihan 22 hektare, Pakunden 5 hektare dan Paju mencapai 28 hektare.

“Kelurahan Paju yang paling banyak, karena dekat dengan sungai Sekayu,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here