Pemerintah Pertimbangkan Pemberian Insentif Bagi Tenaga Vaksinasi dan Kesehatan

0
62

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Pemerintah tengah mempertimbangkan pemberian insentif bagi tenaga vaksinasi, sebab saat ini program vaksinasi di Indonesia sudah berjalan dengan prioritas di tahap I adalah para tenaga kesehatan.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan pemberian insentif ini masih dikaji oleh pemerintah, namun ia pun tak merinci bentuk apresiasi yang akan diberikan oleh pemerintah kepada para vaksinator ini.

“Kita mempertimbangkan di 2021 ini dengan ada program vaksinasi yang mulai dijalankan oleh pemerintah. Maka untuk tenaga vaksinasi ini pun diberikan apresiasi oleh pemerintah,” kata dia dalam video conference di Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021.

Ia menambahkan rencana ini masuk dalam paket kebijakan yang masih disiapkan oleh pemerintah di sektor kesehatan.

Askolani menyebut upaya ini merupakan komitmen pemerintah terkait anggaran di bidang kesehatan.

“Dengan langkah-langkah itu, kami sampaikan bahwa, pemerintah sangat konsisten untuk memberikan apresiasi kepada tenaga medis yang kita tahu sebagai baris terdepan dari penanganan pasien covid,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen dalam memberikan dukungan bagi tenaga kesehatan.

Terlebih selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia, tenaga kesehatan menjadi yang terdepan dalam penanganannya.

“Jadi ini menunjukkan konsistensi dari pemerintah yang memang mengutamakan dan mendukung sepenuhnya untuk tenaga-tenaga medis yang menjadi garda terdepan, menjadi andalan kita untuk menangani pasien dan juga pencegahan penyakit dari covid ini,” pungkas dia.

Namun sebelumnya Pemerintah tengah membahas nasib insentif bagi tenaga kesehatan (nakes).

Sebab, ada wacana pemotongan insentif bagi garda terdepan penanganan Covid-19.

“Ini masih dibahas oleh Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) dan Menteri Keuangan (Sri Mulyani),” kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 2 Februari 2021.

Wiku menyebut pemerintah memahami aspirasi para nakes yang berjuang menangani pasien Covid-19.

Keputusan final bakal mempertimbangkan berbagai aspek termasuk anggaran pemerintah.

“Keputusan yang nanti diambil tentunya adalah yang terbaik dengan mempertimbangkan aspirasi tenaga kesehatan dan juga anggaran,” ucap dia.

Sejauh ini, kata Wiku, pemerintah pusat rutin berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Koordinasi untuk memastikan insentif bagi Nakes disalurkan dengan baik dan tepat waktu.

Wiku meminta fasilitas pelayanan kesehatan segera memenuhi persyaratan administrasi.

Sehingga insentif bagi Nakes segera tersalurkan.

Ketentuan insentif terbaru tenaga kesehatan termaktub dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-65/MK.02/2021 tertanggal 1 Februari 2021.

Surat tersebut merupakan balasan dari Surat Menteri Kesehatan Nomor KU.01.01/ Menkes/62/2021 tentang Permohonan Perpanjangan Pembayaran Insentif Bulanan dan Santunan Kematian Bagi Tenaga Kesehatan dan Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang menangani Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here