Poktan di Pangkalpinang Bisa Jadi Contoh Pengelolaan Sapi Potong

0
49

KOTA PANGKAL PINANG – Kelompok Tani Padang Lama Jaya di Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, sukses mengembangkan dan mengelola sapi potong. Kesuksesan ini membuat Komisi II DPRD Bangka Tengah berkunjung dan mempelajarinya, 28 Januari 2021.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan kelompok tani harus bisa mengembangkan potensi yang ada.

“Dengan dukungan para anggotanya, kelompok tani harus bisa memaksimalkan potensi yang yang dimiliki. Tujuannya tentu agar pendapatan dan kesejahteraan anggotanya bisa ikut terangkat,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan kelompok tani harus mengembangkan ciri khas yang menjadi komoditas kelompoknya.

“Misalnya Kelompok Tani Padang Lama Jaya yang ternyata juga bisa memaksimalkan pengelolaan sapi potong. Ini menjadi kekuatan dan ciri khas mereka. Dan kelompok lain bisa belajar dari situ,” tutur Dedi Nursyamsi.

Kelompok Tani Padang Lama Jaya memang terus berkembang. Poktan ini berdiri tahun 2008 lalu dengan total 10 anggota. 4 di antaranya adalah petani milenial. Rata-rata usia anggota kelompok ini adalah 35 tahun.

PPL wilayah Binaan Kelurahan Air Itam, Didi Wahyudi, mengatakan pada bulan Agustus tahun 2020 lalu kelompok ini menerima bantuan dari pemerintah pusat berupa Unit Pengolahan Pupuk Organik sehingga kelompoktani Padang Lama Jaya sekarang ini juga memproduksi Kompos atau Pupuk Cair.

“Keunggulan Kelompok Tani ini yaitu Sapi Sapi PO dengan kondisi pertumbuhan pada gemuk, kekompakan dalam kelompok¬† tinggi, dan memiliki Kebun HMT seluas 1 ha,” katanya.

Pakan tambahan selalu diberikan yaitu onggok singkong 80%, Bungkil Sawit 15%,Dedak Padi 5%, Probiotik yang digunakan EM4, per ton 1 liter, tetes tebu 1liter perton. “Semula kelompok tani ini hanya mempunyai 5 ekor sapi yang dipelihara oleh 4 orang anggotanya. Namun usaha ternak sapi potong ini terus berkembang hingga jumlahnya mencapai 58 ekor yang dimiliki oleh 10 orang anggotanya”, tambah Didi.

“PPL yang mendampingi pun mampu jadi Inseminator, mampu menjadi Mantri Hewan, mampu pula memeriksa kebuntingan pada sapi potong,” katanya.

Didi Wahyudi mengatakan, rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Tengah terinspirasi dengan kelompok ini.

Mereka pun merekomendasikan kepada Kelompoktani ternak yang ada di Kabupaten Bangaka Tengah untuk belajar dari Poktan Padang Lama Jaya.(DW/EZ/PF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here