Petani Lamongan Akan Ikuti Kegiatan Sekolah Lapangan

0
80

LAMONGAN – Sekolah Lapangan 1 Musim Penghujan yang menjadi agian program Integrated Participatory Development And Management Of Irrigation Project (IPDMIP),

akan digelar digelar di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kesiapan tersebut dibahas dalam Rembug Awal, Selasa (2/2/2021), di Balai Desa Trosono, Kecamatan Sekaran.

Rencananya, kegiatan Sekolah Lapangan akan dilaksanakan pada Kelompok Tani (Poktan) Tani Harapan, di Desa Trosono, Kecamatan Sekaran, yang menjadi Daerah Irigasi (DI) Rawa Bulu, Kabupaten Lamongan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi atas kesiapan pertanian Lamongan.

“Kita ingin pertanian bisa maksimal. Karena dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh bermasalah. Pertanian harus terus menyiapkan pangan bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa.

“Kegiatan Sekolah Lapangan harus dipersiapkan dengan matang. Agar ilmu dan materi yang akan dibagikan bisa diserap dengan baik oleh petani,” katanya.

Sementara Kepala UPT Sukodadi, Sunarso, mengatakan Sekolah Lapangan (SL) IPDMIP menerapkan sistem tanam Jajar Legowo.

“Peserta akan diberikan penjelasan secara singkat keunggulan sistem tanam Jajar Legowo. Dalam sekolah lapangan juga agar diajarkan penerapan pupuk organik, diharapkan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia akan berkurang,” katanya.

Sunarso sangat mengapresiasi antusiasme petani muda, karena pemuda saat ini sangat sedikit yang berminat menggeluti bidang pertanian.

Kepala Desa Trosono, Sutrisno, mengatakan Sekolah Lapangan (SL) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam melakukan kegiatan budidaya dan pengelolaan usahatani serta meningkatnya produktifitas padi.

SL di Desa Trosono Kec. Sekaran Kab. Lamongan diikuti oleh 25 orang petani sebagai peserta yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Tani Harapan, 10 diantaranya kaum perempuan. Dihimbau para peserta untuk semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan SL dalam rangka menambah ilmu pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan IPDMIP berbasis daerah irigasi,karena irigasi dan ketersediaan air sangat berperan dalam pertanian. Banyak jaringan irigasi yang memerlukan perbaikan, diharap akan ada bantuan dari pemerintah untuk perbaikannya.

Korkab IPDMIP Setyo Rini, menjelaskan jika kegiatan IPDMIP di Kabupaten Lamongan telah ada sejak tahun 2018. Kegiatan IPDMIP berbasis wilayah Daerah Irigasi (DI) kesepakatan, yaitu 15 DI yang meliputi 17 Kecamatan/BPP, 78 Desa, 205 Poktan dan 21.702 petani. Rehab Daerah Irigasi merupakan kewenangan Dinas PU SDA yang direncanakan akan dilaksanakan di tahun 2021.

“Tujuan Proyek IPDMIP adalah meningkatkan Ketahanan pangan dan mata pencaharian masyarakat perdesaan. Keberhasilan proyek juga sangat bergantung pada para petani pemanfaat dalam mengaplikasikan hasil Sekolah Lapangan,” ujarnya.

Rembug Awal untuk persiapan SL ini adalah sendiri menyepakati jadwal pertemuan SL, mengidentifikasi masalah dan kendala yang dihadapi para petani dalam pengelolaan usahataninya untuk menjadi kebutuhan materi SL

Fasilitasi Staf Lapangan, Army, menjelaskan mengenai fasilitas yang akan diterima peserta.

Menurutnya, Sekolah Lapangan Pembagian peserta menjadi 2 kelompok untuk mempermudah dalam mengkoordinir peserta serta menyepakati ketua kelompok.(EZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here