Sekolah Lapangan di Singgahan Tuban Diikuti 25 Petani

0
75

TUBAN – Sebanyak 25 petani di Desa Tingkis, Kecamatan Singgahan, Tuban, Jawa mengikuti pelatihan Sekolah Lapangan Petani (SLP) IPDMIP. Kegiatan yang digelar pada Kelompok Bakti Usaha itu akan memaksimalkan komoditas padi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan kegiatan Sekolah Lapang memiliki banyak manfaat untuk petani.

“Banyak ilmu yang bisa diserap dari Sekolah Lapangan. Diantaranya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam melakukan kegiatan budidaya dan pengelolaan usahatani,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Kegiatan Sekolah Lapangan sangat baik untuk meningkatkan kemampuan dan kesadaran petani dalam memanfaatkan lahan usaha taninya secara produktif,” terangnya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, Sekolah Lapangan juga bisa meningkatkan kepercayaan diri petani dalam mengadopsi praktek praktek Budidaya dan pengelolaan usaha tani yang lebih baik.

“Dan yang paling penting adalah membangun kemandirian petani dalam pengelolaan proses pembelajaran dari, oleh, dan untuk petani,” ujarnya.

Kegiatan Sekolah Lapangan Petani yang diselenggarakan BPP Singgahan, dilaksanakan Senin, di Kediaman Darmoko, di Desa Tingkis, Kecamatan Singgahan.

25 petani yang menjadi peserta kegiatan terdiri dari 5 orang dari Poktan Bakti Usaha, 4 orang dari Poktan Sembodo Makmur, 4 orang dari Poktan Sumber Tani, 4 orang dari Poktan Jaya Makmur, 4 orang dari Poktan Sumber Ekonomi, dan 4 orang dari Poktan Rukun Makmur.

Materi yang disampaikan dalam pertemuan pertama ini adalah Pembukaan SLP IPDMIP dan Kontrak Belajar

“Sekolah Lapangan memberikan informasi terkait dengan kegiatan proyek IPDMIP daerah irigasi dan menjelaskan atau memaparkan mengenai kontrak belajar yang akan berlangsung selama 12 kali pertemuan,” jelas Dedi Nursyamsi lagi.

Menurutnya, kegiatan ini menekankan pada petani khususnya peserta SLP IPDMIP untuk menerapkan teknologi jarwo 2 :1 dan memberikan contoh  Laboratorium Lapang (LL) sebagi metode pembelajaran teknologi jarwo

“Diharapkan kepada peserta SLP IPDMIP dengan adanya kegiatan ini dapat lebih aktif, kreatif dan inovatif sehingga menjadi petani yang mandiri dan modern, terlebih lagi dapat meningkatkan produktivitas petani khususnya petani yang berada Daerah Irigasi Ngelirip tersebut,” katanya.(Rini/EZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here