Didampingi Penyuluh, Padi Varietas Nutrizink Ditanam di Gorontalo

0
53

GORONTALO – Bertempat di Desa Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo,  Senin (25/1/2021),  dilakukan pendampingan penanaman padi varietas nutrizink. Penanaman diterapkan pada kelompok Tani Tumba dengan luas lahan 1 Ha, serta melibatkan penyuluh dan BPTP Gorontalo.

Langkah ini sejalan dengan harapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Di setiap kesempatan, Mentan SYL selalu mengatakan, pertanian harus  menjadi kekuatan bangsa.

“Dengan kerja sama, kita manfaatkan teknologi yang lebih baik, memanfaatkan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita serta mampu ber-swasembada,” tegas Mentan Syahrul.

Hal yang senada digaungkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“Dampak pandemi COVID-19 memang mempengaruhi perekonomian bangsa, namun tidak halnya dengan Pertanian. Pertanian justru harus semakin kuat dan terus berinovasi di saat kondisi sekarang ini,” katanya.

“Masyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dari pangan yang cukup dan berkualitas maka akan membuat imunitas tubuh menjadi kuat dan otomatis membuat bangsa kita sehat termasuk terhindar dari stunting. Semua itu berkat kerja keras kita semua,” sambung Dedi.

Teknologi yang diterapkan pada lahan pendampingan ini menggunakan varietas unggul baru (VUB) Inpari Nutri Zinc yang memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya, tahan hama WBC biotipe (1 dan 2), tahan penyakit blas (ras 0.33, 0,73, dan 133), potensi hasil 9,98 ton/ha, serta keunggulan khusus yaitu memiliki rata-rata kandungan Zn 29, 54 ppm.

Kepala BPTP Gorontalo Amin Nur, mengatakan Zn 29, 54 ppm diharapkan dapat berperan mengatasi kekurangan gizi Zn yang menjadi salah satu penyebab stunting.

“Adalah tugas kita bersama melakukan penderasan inovasi teknologi tepat guna spesifik lokasi. Melalui Display teknologi diharapkan petani dapat mencontoh dan menerapkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sekaligus mengatasi kekurangan gizi Zn sebagai salah satu penyebab stunting,” jelas Amin Nur di sela-sela kegiatan pendampingan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat setempat dan ketua brigade tanam.

Selain penggunaan VUB, pada lahan ini juga diterapkan penanaman dengan jumlah bibit 1-3 batang per lubang (titik tanam). Hal ini dimaksudkan untuk menghindari pengaruh kompetisi, agar bibit dapat menghasilkan jumlah anakan dengan pertumbuhan yang optimal.

Selain hal tersebut, meminimalkan penggunaan jumlah bibit sebab jika per lubangnya lebih banyak (>3 bibit per lubang), akan memerlukan benih yang lebih banyak pula. Selanjutnya, penggunaan pupuk dilakukan secara berimbang dengan menggunakan pupuk organik.(NS/EZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here