Lewat P4S Kementan, Petani Kopi Sukses Kembangkan Tona’s Coffee

0
40

BANDUNG BARAT – Lewat sejumlah program yang digulirkan, Kementerian Pertanian memaksimalkan potensi SDM pertanian untuk mengembangkan usaha. Salah satu lewat program Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S). Program ini juga yang dimanfaatkan petani kopi, Kurnia, yang sukses mendirikan Tona’s Coffee.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pengembangan SDM pertanian harus dilakukan.

“Petani kini dituntut untuk melakukan lebih, tidak hanya sebagai tanam dan panen. Tetapi juga harus bisa mengemas dan menjalin kemitraan untuk menjual hasil taninya. Hal ini bisa didukung dalam P4S,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, senada dengan hal tersebut.

“Petani harus mengetahui proses pertanian dari hulu sampai ke hilir. Dari mengolah lahan sampai packaging, bahkan penjualan. Hal ini akan menjadi nilai lebih buat petani,” katanya.

Menurutnya, P4S memiliki peran yang cukup penting untuk meningkatkan pengetahuan SDM pertanian.

“P4S kita harapkan bisa membantu mencetak petani-petani gandal, khususnya petani milenial,” katanya.

Salah satu SDM yang sukses menghadirkan SDM pertanian handal adalah P4S Wargi Panggupay, di Kabupaten Bandung Barat. P4S Wargi Panggupay yang mampu mendorong seorang petani kopi bernama Kurnia hingga memiliki kafe yang bernama Tona’s Coffee dan juga mampu menciptakan para Barista Milennial untuk pengembangan kopi dari kemasan hingga penyajian.

“Sebagai petani kita harus bisa mengikuti perkembangan jaman. Bisa membaca peluang yang ada untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin. Ini yang dinamakan dari petani untuk petani,” ujar Kurnia.

Menurutnya, Tona’s Coffee memanfaatkan kopi yang ditanam sendiri. Bahkan kopinya pun dijual dalam kemasan.

Tona’s Coffee berada Jl Maribaya Timur Cijerokaso RT 01 RW 06 Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.

“Saya berharap apa yang saya perjuangkan ini menjadi inspirasi buat petani lainnya. Pengembangan potensi harus dilakukan untuk mendukung pengembangan usaha, dan petani harus bisa melakukan itu,” jelasnya.

Menariknya, pria yang biasa disapa pak Haji itu tidak menjalankan Tona’s Coffee hanya sebatas jual beli. Ia pun memberikan pelatihan dan turut mencetak generasi milenial agar menjadi pengusaha tani yang handal.

“Kita memiliki slogan dari petani untuk petani dan kami juga melatih generasi muda agar bisa menjadi barista dan petani,” ujar pak Haji.

Untuk mendukung upayanya, Kurnia mengubah rumahnya sebagai tempat pelatihan. Ia mengajarkan anak muda bagaimana menjadi petani, produsen, barista, instruktur barista, barista asesor.

Kurnia juga memiliki ready stok Green Bean, Roast Bean Fully Washed, Semy Washed, Honey, Natural Wine. “Alhamdulillah bapak menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo juga sudah merasakan nikmatnya kopi kami. Wisatawan mancanegara juga banyak yang hadir ke sini sebelum Pandemi. Bahkan peniliti dari Krosia juga datang dan sangat tersanjung dengan kopi kami,”pungkas Pak Haji Kurnia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here