Tingkatkan Pertanian, Tuban Gelar Sekolah Lapang

0
64

TUBAN – Kegiatan Sekolah Lapang Petani (SLP) yang merupakan bagian dari proyek IPDMIP, digelar di Tuban, Jawa Timur. SLP Musim Penghujan MP yang dilakukan di Kelompok Tani Darma Bhakti, Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan, akan memaksimalkan komoditas padi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, berharap petani bisa menyerap ilmu yang didapat dari Sekolah Lapang.

“IPDMIP memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya di daerah irigasi. Teknik atau cara bertani yang diberikan di program IPDMIP, harus bisa diserap dengan baik oleh petani dan dipraktikkan di lahan,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin produktivitas pertanian serta pendapatan petani ikut terangkat,” ujarnya.

Bukan itu saja, Dedi Nursyamsi pun berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani di daerah irigasi. Khususnya mengenai rembug awal, tata cara pelaksanaan Sekolah Lapang Petani (SLP), dan kontrak belajar.

Peserta Pelatihan SLP sejumlah 25 orang petani di Desa Kedungjambe Kecamatan Singgahan. Rinciannya, 21 orang dari Kelompok Tani Dharma Bakti, 3 orang dari Kelompok Tani Dewi Sri, 1 orang dari Kelompok Tani Sahabat Tani.

Selain itu, kegiatan ini juga didampingi 2 orang PPL, 1 orang POPT, 1 orang Staf Lapang, dan 1 orang Konsultan.

Pertemuan I kegiatan dilaksanakan 18 Januari laludi Rumah Bapak Muhtadi, Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan. Materi yang disampaikan adalah Rembug Awal SLP, Kontrak Belajar, dan tata cara pelaksanaan SLP.

Dari kegiatan ini diketahui jika salah satu permasalahan yang ada adalah petani di Desa Kedungjambe masih kurang memahami sistem tanam jajar legowo. Petani masih lebih memilih menggunakan sistem tegel.

Sedangkan pertemuan Rembug mendapatkan hasil agar terlaksanakannya Pre Test untuk peserta SLP. Peserta SLP juga mendukung diadakannya praktek tanam jajar legowo di lahan bapak Muhtadi.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi bahan acuan dalam melaksanakan pelatihan SLP selanjutnya,” ujar Dedi Nursyamsi. (Rini/ EZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here