Petani Gresik Harus Ikut Asuransi Untuk Menghindari Kerugian

0
20

GRESIK – Kementerian Pertanian, melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), meminta petani di Gresik untuk memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Pasalnya, tidak kurang dari 368 hektare lahan pertanian di 3 kecamatan di Gresik terendam banjir dan terancam gagal panen.

Tiga kecamatan yang dilanda banjir tersebut meliputi Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme. potensi kerugiannya mencapai Rp 1.911.709.500.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani harus menjaga lahan pertanian dari berbagai kemungkinan agar terhindar dari kerugian.

“Ada beberapa potensi yang bisa membuat lahan pertanian menjadi gagal panen. Seperti perubahan iklim, cuaca buruk, bencana alam, atau serangan hama. Dalam situasi seperti ini, asuransi akan bekerja efektif dengan mengganti rugi lahan yang gagal panen,” katanya.

Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy menambahkan, asuransi tidak akan membuat petani merugi.

“Asuransi akan mengeluarkan klaim sebesar Rp 6 juta perhektare jika ada lahan yang gagal panen. Dengan klaim itu petani tidak akan menderita kerugian. Justru petani mendapatan modal untuk tanam kembali,” katanya.

Sarwo Edhy mengatakan, asuransi adalah bagian mitigasi bencana untuk menjaga lahan.

“Asuransi juga menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk mendukung pertanian. Dalam program ini, pemerintah memberikan subsidi yang membuat premi yang harus dibayarkan petani menjadi jauh lebih ringan lagi,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here