Kerap Diganggu Banjir, Kementan Ajak Petani Padalarang Gunakan Asuransi

0
22

PANGANDARAN – Lantaran tingginya curah hujan, lahan pertanian milik petani di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Padalarang, Jawa Barat, terendam banjir dan terancam gagal panen. Untuk menghindari kerugian, Kementerian Pertanian mengajak para petani untuk memanfaatkan asuransi.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, produksi pertanian tidak boleh terganggu.

“Pertanian itu dibutuhkan masyarakat. Apalagi dalam kondisi seperti ini. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian mengajak petani untuk selalu menjaga lahan, salah satunya melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Karena dengan AUTP produksi bisa terus terjaga,” katanya, Sabtu (9/1/2021).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengungkapkan hal serupa.

“Asuransi adalah bagian mitigasi bencana yang akan menjaga lahan dari berbagai kondisi yang bisa menyebabkan gagal panen. Seperti perubahan iklim, cuaca buruk, bencana alam, dan serangan organisme pengganggu tanaman atau OPT,” katanya.

Menurut Sarwo Edhy, premi yang harus dibayarkan petani dalam program AUTP tidaklah berat.

“Sebab pemerintah memberikan subsidi. Sehingga premi yang harus dibayarkan petani dalam satu musim tanam sangat kecil. Sedangkan klaim yang bisa mereka dapatkan tetap sama yaitu Rp 6 juta perhektare,” katanya.

Dengan klaim dari asuransi tersebut, Sarwo Edhy menilai petani tidak akan merugi meski gagal panen. Petani pun tetap memiliki modal untuk kembali tanam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here