Sawah Terendam Banjir, Petani di Sumenep Dipersilakan Ajukan Klaim AUTP

0
27

SUMENEP – Ratusan hektar sawah milik petani di Desa Patean, Sumenep terendam banjir akibat guyuran hujan deras selama tiga hari berturut-turut. Beruntung, lahan sawah tersebut sudah terdaftar dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sehingga Pemerintah Daerah setempat mempersilakan petani ajukan klaim asuransi.

Hingga Kamis (7/1), air yang merendam lahan persawahan itu belum surut. Tanaman padi milik petani pun terendam. Bahkan sebagian bibit padi yang baru ditanam, hanyut.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, asuransi pertanian sangat diperlukan untuk menanggulangi kerugian sektor pertanian bila disebabkan faktor alam seperti cuaca.

“Itulah pentingnya asuransi pertanian. Asuransi pertanian belum menjadi culture. Tahun ini harus bisa diterapkan seluruhnya,” kata Mentan SYL, Jumat (8/1).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, petani tak perlu ragu untuk mendaftar AUTP. Perlu diketahui bahwa program ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 40 Tahun 2015.

“Program AUTP bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan bagi petani Indonesia. Biaya premi yang perlu dibayarkan sudah mendapat subsidi secara langsung dari pemerintah pusat dengan mengalokasikan sejumlah dana APBN,” ujar Sarwo Edhy.

Pemberdayaan para petani Indonesia melalui kelompok-kelompok tani ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan terkait pengadaan sarana produksi hingga strategi pemasaran yang tepat.

Dijelaskan Sarwo Edhy, AUTP mampu memberikan manfaat perlindungan atas kerugian petani dari kegagalan panen. Baik yang disebabkan oleh bencana alam maupun serangan hama. Termasuk bencana banjir bandang hingga gempa bumi. Sementara hama yang dimaksud mencakup wereng cokelat, walang sangit, tikus, penggerek batang, dan ulat grayak.

Lebih lanjut, asuransi ini juga memberi jaminan kerugian atas gagal panen akibat penyakit tanaman, seperti penyakit blas, kerdil rumput, kerdil hampa, tungo, dan busuk batang.

“Untuk mendaftarkan diri, petani juga akan mendapat pendampingan khusus dari petugas UPTD Kecamatan serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” ungkap Sarwo Edhy.

Kepala Desa Patean, Moh. Nurullah menjelaskan, tanaman padi yang terendam banjir itu rata-rata berumur sekitar satu minggu.

“Kalau air belum surut juga, maka seluruh tanaman padi yang terendam ini kemungkinan akan membusuk,” ujarnya.

Ia mengaku telah melaporkan kejadian itu kepada penyuluh pertanian Kecamatan Batuan. Ia meminta dilakukan pendataan agar petani bisa mendapatkan asuransi.

“Kasihan petani merugi. Karena itu, kami berharap para petani ini bisa mendapatkan asuransi,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep, Arif Firmanto mempersilahkan agar para petani segera mengajukan asuransi.

“Silahkan diajukan untuk mendapatkan asuransi. Nanti akan kami proses. Ya kalau tidak mengajukan, tentu saja tidak bisa mendapatkan asuransi tersebut,” katanya.

Air yang merendam sawah petani itu diduga merupakan air kiriman luapan Sungai Sarokah, Saronggi. Tidak hanya sawah, jalan utama tepat di pintu masuk Kota Sumenep juga terendam banjir.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here