Kementan Ajak Petani Nagekeo Manfaatkan Asuransi

0
17

MBAY – Kementerian Pertanian mengajak petani di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, untuk memanfaatkan asuransi. Terlebih, tanaman petani mulai mendapatkan serangan hama ulat. Akibatnya, puluhan hektare tanaman jagung terancam gagal panen.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, asuransi adalah langkah awal untuk memproteksi lahan.

“Dengan mengasuransikan lahan pertanian, petani sudah menjaga lahannya serta mengantisipasi kemungkinan gagal panen. Sebab, asuransi memiliki klaim yang akan diberikan jika lahan petani gagal panen,” tuturnya, Selasa (5/1/2021).

Dirjen PSP Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan asuransi adalah langkah untuk menghadapi mitigasi bencana.

“Dalam pertanian, ada sejumlah kendala yang harus diantisipasi. Seperti perubahan iklim, cuaca ekstrim yang menyebabkan kekeringan atau banjir, juga gangguan hama, dan lainnya. Kondisi-kondisi ini bisa menyebabkan gagal panen. Dan tentu saja akan membuat petani merugi. Agar petani terhindar dari kerugian, asuransi adalah pilihan terbaik,” katanya.

Ditambahkan Sarwo Edhy, jika terjadi gagal panen asuransi akan menggantinya melalui klaim sehingga petani tidak dirugikan. Dengan klaim itu, petani justru bisa mempersiapkan diri untuk kembali melakukan tanam lagi.

“Asuransi bisa membuat petani beraktivitas dengan tenang. Karena, asuransi merupakan salah satu komponen dalam manajemen usaha tani untuk mitigasi risiko bila terjadi gagal panen.Dengan adanya asuransi, perbankan lebih percaya dalam menyalurkan kreditnya,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here