Refleksi 2020, Kepulauan Seribu Menuju Kesetaraan Kawasan

0
330
@Kabupaten Kepulauan Seribu
@Kabupaten Kepulauan Seribu

Penulis : Bupati Kepulauan Seribu. Junaedi, S.Sos. M.Si

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Medio April 2020 terjadi pandemi global di seluruh dunia yaitu Covid-19, Penerapan Sosial Berskala Besar berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi DKI Jakarta, merubah perilaku masyarakat harus berpedoman pada Protokol Kesehatan, yaitu melaksanakan Gerakan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak).

Hal ini dituntut menjadi kebiasaan yang harus diterapkan untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, begitu juga dengan kegiatan yang dianggarkan oleh APBD untuk Jakarta, termasuk juga pembangunan Kepulauan Seribu di ReFocusing untuk penanganan Covid-19.

Alhamdulillah, untuk Kepulauan Seribu Covid-19 dapat terkendali dengan melakukan beberapa langkah, diantaranya Pembuatan web pulauseribujakarta.go.id/covid19 untuk mengupdate masalah covid, Membentuk gugus tugas penanganan Covid-19 di Kabupaten Adm Kepulauan Seribu, Pembatasan transportasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan Protokol Kesehatan di pulau-pulau, dengan melibatkan seluruh potensi masyarakat yang ada dalam gugus tugas skala Pulau, yang berakhir masa tugasnya di awal Oktober dilanjutkan dibuat Satgas Covid-19 sampai tingkat RT dan RW mulai tanggal 15 Oktober 2020, Kolaborasi dengan pihak potensial masyarakat untuk memberikan bantuan langsung material yang bekaitan dengan penanganan  Covid-19.

Berbekal pasal 32 Undang – Undang Nomor 34 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2001, Kepulauan Seribu menjadi satu-satunya Kabupaten Administrasi di Ibukota, Ibarat remaja yang beranjak dewasa di usia ke 19 idealnya sudah mulai terlihat potensi apa yang ada dalam dirinya, ataupun peluang yang dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik ke depannya.

Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Sejak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memasukkan sebagai salah satu KSPN pada tahun 2015, Kepulauan Seribu bergerak melakukan perbaikan di berbagai sektor, mulai dari Pendidikan, Kesehatan, Air Bersih, Air Limbah, Transportasi, Listrik dan Jaringan Komunikasi.

Bidang Pendidikan

Kemajuan sektor pendidikan di Kepulauan Seribu cukup signifikan, tercermin pada besarnya peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) / Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan anak usia sekolah, yaitu: PAUD (102,8% dan 101,8%), SD (115,79% dan 111,2%), SMP (103,40% dan 100,6%), SMA / SMK (101,7% dan 100,5%). Hal ini karena ditunjang oleh fasilitas yang semakin memadai. Sekolah tersebar di berbagai tempat di seluruh pulau berpenduduk, yaitu: Taman Kanak – Kanak / PAUD (28 buah), Sekolah Dasar / MIN (15 buah), Sekolah Menengah Pertama / MTS (8 buah), Sekolah Menengah Atas / MAN (3 buah) dan Sekolah Menengah Kejuruan (1 buah). Fasilitas pendidikan tidak terhenti pada tingkat dasar dan menengah, nantinya diupayakan agar mempunyai sekolah setingkat akademi atau perguruan tinggi sehingga kualitas pendidikan masyarakat kepulauan seribu menjadi lebih meningkat lagi.

Bidang Kesehatan

Kesehatan saat ini sudah jauh meningkat, berkat kehadiran unit layanan di tengah – tengah masyarakat, yaitu: RSUD Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu; Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan; Puskesmas Kelurahan Pulau Panggang, Kelurahan Pulau Pari, dan Kelurahan Pulau Untung Jawa; Pos Kesehatan Pulau Sebira, Pulau Payung dan Pulau Pari. Unit – unit layanan kesehatan tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas. RSUD Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu merupakan sarana fasilitas kesehatan tingkat lanjutan satu-satunya di Kepulauan Seribu yang dilengkapi layanan Instalasi Gawat Darurat, rawat jalan, rawat inap dan penunjang lain seperti: fasilitas layanan hiperbarik, kapal ambulance, farmasi, laboratorium, radiologi, serta kamar jenazah. Fasilitas yang ada memang dirasa masih kurang, terbukti dari banyak keluhan karena seringnya pasien dirujuk ke Rumah Sakit yang ada di darat. Oleh karena itu, untuk kedepannya fasilitas akan lebih ditingkatkan lagi. Untuk fasilitas layanan tingkat lanjutan, perlu ditambah dokter bedah umum dan penunjang spesialis anastesi, melengkapi dokter spesialis yang sudah ada, yaitu: spesialis anak, obsgyn, dan penyakit dalam. Sarana prasarana juga perlu disempurnakan dengan ICU, ruang operasi dan bank darah (bekerjasama dengan PMI). Mungkin ini akan meningkatkan kelas rumah sakit.

Air Bersih

Dahulu masyarakat hanya memanfaatkan hujan untuk pemenuhan air minum dan sumur bor untuk pemenuhan kebutuhan MCK (mandi, cuci dan kakus). Masalah terasa pada saat datangnya musim kemarau. Air hujan tidak diperoleh, sedangkan air sumur terasa asin. Sekarang setelah dibangunnya BWRO (Brackish Water Reverse Osmosis) di 11 pulau (Untung Jawa, Lancang, Pari, Tidung Besar, Pramuka, Panggang, Karya, Kelapa, Kelapa Dua, Harapan, dan Sebira) dan SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) di 5 pulau (Untung Jawa, Payung, Pramuka, Panggang dan Kelapa Dua), masalah kebutuhan air bersih sudah teratasi. Dioperasikannya instalasi SWRO yang menjadikan laut sebagai sumber bahan baku air, maka kekhawatiran potensi penurunan muka tanah akibat penggunaan sumur bor, mulai menemukan solusi.

Air Limbah

Dengan capaian jangkauannya sekitar 75% pada seluruh pulau berpenduduk menunjukkan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu cukup baik. Semua limbah dihasilkan dan dibuang ke laut, tidak mencemari kualitas air. Jaringan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) sudah terpasang di beberapa pulau seperti Untung Jawa, Lancang, Tidung Besar, Pramuka, Panggang, Kelapa Dua, Harapan, dan Sebira, dan akan segera dibangun di Pulau Kelapa pada tahun 2021/2022.

Listrik

Tahun ini kebutuhan listrik pada 10 Pulau Penduduk, mulai dari Untung Jawa sampai dengan Harapan, sudah terlayani secara baik dengan listrik PLN. Bahkan untuk pulau terjauh, yaitu Sebira, sudah memperoleh layanan listrik 24 jam berkat adanya PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel), dan menikmati listrik dari PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

Internet

Diberlakukan proses belajar mengajar secara daring bagi siswa dan pelaksanaan aturan WFH (Work From Home) bagi perkantoran, menjadikan akses terhadap internet begitu penting. Tetapi bagi masyarakat Kepulauan Seribu, ini bukan merupakan suatu masalah. Berkat dukungan menara pemancar sinyal (BTS) yang didirikan para operator di beberapa pulau, sinyal jaringan komunikasi sudah cukup bagus, kecuali di Pulau Payung.

Transportasi

Sejak resmi dibentuk menjadi Kabupaten pada tahun 2001, sektor transportasi sebenarnya sudah mengalami banyak perubahan, walaupun mungkin harus lebih ditingkatkan, mengingat Kepulauan Seribu merupakan salah satu KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional). Diantaranya yaitu masalah konektifitas. Mengatasi hal tersebut, diharapkan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang telah disusun akan menjadi solusi. Diawali dengan pembangunan infrastruktur pelabuhan, yang rencananya mulai dikerjakan tahun 2021. Selain konektifitas, Kepulauan Seribu juga nantinya mempunyai gerbang masuk khusus, berbeda dengan saat sekarang dimana pengujung dari darat bisa melalui beberapa pintu, seperti Marina Ancol, Pantai Mutiara, Kali Adem, Kamal Dadap, Tanjung Pasir, Cituis dan Kronjo.

Bidang Pariwisata

Pada tanggal 20 Desember 2020, Bupati Kabupaten Adm. Kepulauan Seribu meresmikan Resto Apung di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Ini merupakan salah satu penambah daya tarik pariwisata di Kepulauan Seribu.

Hukum

Sampai dengan tahun 2020 Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mempertahankan mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM serta memotivasi untuk melaksanakan penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia.

Harapan ke depan adalah dengan diusianya 19 tahun perjalanan Kab. Adm Kepulauan Seribu menandai masa memasuki era kematangan. Dan Insyallah Kepulauan Seribu menjadi sebuah Kawasan Bagian dari Jakarta yang bisa memiliki kesetaraan. Berharap ke depan menjadi kawasan kepulauan yang sama, yang ada di Indonesia dan bagaimana pembangunan di kawasan Kepulauan Seribu bisa dilaksanakan dan dapat di rasakan oleh masyarakat kemajuannya, kebahagian, keadilan bagi semua. Kedepan Pemerintah Kab. Adm. Kepulauan Seribu semakin solid dan dedikasi tinggi untuk bisa menunaikan semua rencana pembangunan dan menunaikan semua amanat untuk menjadikan masyarakat di Kep. Seribu yang bahagia, maju dan merasakan keadilan bagi semuanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here