Selama 5 Tahun, Wonogiri Digelontori 2.341 Unit Alsintan

0
10

WONOGIRI – Selama 5 tahun terakhir, Kementerian Pertanian (Kementan) telah memberikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) sebanyak 2.341 unit kepada petani di Wonogiri. Penggunaan alat mesin pertanian tersebut diklaim dapat menghemat biaya produksi. Sebab, biaya penggunaan alsintan lebih murah dari pada penggunaan tenaga manusia.

Pengadaanya bersumber dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sejak 2016 hingga 2020. Hingga 2019 yang disalurkan sebanyak 1.530 unit alsintan. Tahun ini petani Wonogiri mendapat bantuan paling banyak, yakni 811 unit. Itu karena pemerintah pusat memberi bantuan untuk perorangan, yakni pompa air berbahan bakar gas sebanyak 787 unit.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pertanian di Indonesia sudah harus menerapkan mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas.

“Untuk meningkatkan produksi dan menjaga ketahanan pangan, mau tidak mau kita harus mulai beralih ke pertanian modern, yang ditandai dengan menggunakan alsintan. Lewat cara ini, produksi akan meningkat,” ujar Mentan SYL.

Mentan SYL mengatakan, bantuan alsintan itu akan dikelola brigade alsintan. Petani dipersilakan memanfaatkan alsintan yang tersimpan di Dinas Pertanian atau Kodim setempat.

“Alsintan tersebut dititipkan Kementan untuk membantu petani dalam rangka mewujudkan swasembada tanam,” kata Mentan SYL.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy mengatakan, Brigade Alsintan yang diprogramkan Kementan dinilai sangat membantu para petani. Alasannya, untuk meminjam sewa Alsintan dari brigade Alsintan ini banyak keuntungannya.

“Di Brigade Alsintan tersedia berbagai alat pertanian modern. seperti traktor roda dua, traktor roda empat, transplanter (penanam) dan pompa air serta excavator atau backhoe dan semuanya dalam kondisi baik,” ungkap Sarwo Edhy.

Menurut Sarwo Edhy, mekanisme peminjaman, petani tinggal berkoordinasi dengan Distan atau Babinsa dan membuat surat permohonan yang berisi peminjaman Alsintan melalui Gapoktan.

“Mekanisme peminjaman tersebut untuk memperjelas siapa yang bertanggung jawab atas peminjaman. Silahkan membuat surat melalui Gapoktan. Kalau alsintan yang dimaksud tersedia atau tidak sedang dipakai petani lain, bisa langsung dipakai,” pungkasnya.

Kepala Dispertan Pangan Wonogiri, Safuan mengatakan, setiap tahun Wonogiri mendapat alokasi bantuan alsintan cukup banyak. Yakni sejak kepemimpinan Bupati Joko Sutopo. Paling banyak bantuan bersumber dari pemerintah pusat.

“Tahun ini bantuan yang diterima petani sangat banyak. Penggunaan alsintan dapat menekan biaya produksi karena biaya penggunaannya lebih murah,” kata Safian.

Pemerintah Kabupaten meminta pengelola alsintan memasang tarif lebih murah dari pada tarif sewa di luar poktan dan gapoktan. Bupati pernah menyatakan akan menarik alat tersebut apabila ada poktan/gapoktan yang memasang tarif sewa sama atau bahkan lebih mahal dari tarif sewa di luar poktan/gapoktan.

“Penggunaan alat tersebut dapat menekan biaya produksi pertanian. Itu karena biaya penggunaannya lebih rendah dari pada biaya penggunaan tenaga manusia. Terlebih, tarif sewa alsintan murah,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here