Pekalongan Terus Perkenalkan Program Asuransi Pertanian ke Petani

0
11

PEKALONGAN – Guna meminimalisir risiko kerugian yang dialami oleh petani dan peternak, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) dipersiapkan Pemerintah. Pemerintah Daerah juga terus gencar mensosialisasikan, seperti yang dilakukan di Kota Pekalongan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, asuransi pertanian sangat diperlukan untuk menanggulangi kerugian sektor pertanian bila disebabkan faktor alam seperti cuaca.

“Itulah pentingnya asuransi pertanian. Asuransi pertanian belum menjadi culture. Tahun depan harus bisa diterapkan seluruhnya,” kata Mentan SYL.

Asuransi tersebut juga akan menjadi persyaratan menjadi KUR pertanian yang dialokasikan total Rp 50 triliun. KUR akan disalurkan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan), yang mewajibkan para anggotanya memiliki asuransi pertanian.

“Kita sudah turunkan KUR tahun ini, luar biasa intervensi presiden terhadap KUR di pertanian, kurang lebih Rp 50 triliun. Oleh sebab itu, petani wajib masuk kelompok tani. Di kelompok tani itu, wajib hukumnya dia punya asuransi,” pungkas Mentan SYL.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan mengatakan, petani tak perlu ragu untuk mendaftar AUTP. Perlu diketahui bahwa program ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 40 Tahun 2015.

“Program AUTP bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan bagi petani Indonesia. Biaya premi yang perlu dibayarkan sudah mendapat subsidi secara langsung dari pemerintah pusat dengan mengalokasikan sejumlah dana APBN,” ujar Sarwo Edhy.

Tertarik menjadi bagian dari program Asuransi Usaha Tani Padi? Begini cara mendaftar yang perlu diketahui para petani satu per satu. Pada dasarnya, mendaftar AUTP terbilang cukup mudah.

“Sebagai syarat utama, Anda harus bergabung terlebih dulu dengan salah satu kelompok tani. Kelompok tani ini umumnya baru bisa dinyatakan resmi dibentuk jika telah mendapatkan surat keputusan dari Dinas Pertanian masing-masing daerah,” tuturnya.

Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinperpa Kota Pekalongan, Darsari Resti Artanti mengatakan, pihak terus memperkenalkan program asuransi pertanian ini kepada petani dan peternak.

“AUTP ini merupakan program pemerintah sejak beberapa tahun lalu, di Kota Pekalongan sendiri belum begitu banyak yang tahu, sehingga belum banyak yang bergabung dan belum menjadi budaya. Asuransi Pertanian ini masih terus kami kenalkan kepada para petani, untuk melindungi lahan mereka dari kerusakan, misal bencana alam dan faktor cuaca seperti bencana banjir, kekeringan, hama tanaman dan sebagainya,” tutur Tanti.

Tanti menjelaskan, dengan membayar premi hanya Rp 36 ribu per hektare per musim, petani yang sawahnya terkena bencana banjir, kekeringan dan serangan OPT dapat klaim (ganti) Rp 6 juta per hectare dari biaya aslinya Rp180 ribu per hektare karena disubsidi oleh pemerintah sebesar 80 persen atau sekitar Rp144 ribu.

Menurut Tanti, pendaftaran asuransi juga makin mudah karena Kementan bersama PT Jasindo menerbitkan layanan berbasis online melalui Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP).

“Pada awal masa tanam sebelum umur tanaman 30 hari, petani perlu mengajukan asuransi dengan membawa fotocopy KTP, kemudian dibawa petugas PPL untuk diteruskan ke PT Jasindo pusat,” kata dia.

Namun, pada akhir tahun 2019 sudah menggunakan aplikasi online, petani hanya memberikan fotocopy KTP kemudian dientrikan oleh petugas via online, petani bisa membayar melalui rekening kelompok sehingga tidak ada penyelewengan.

“Setelah terdaftar, akan turun polis yang menjadi dasar apabila ada kerugian petani tersebut. Jika petani sudah melapor ke penyuluh pertanian dan petugas Jasindo sudah sesuai ketentuan kemudian klaim akan bisa langsung diproses,” pungkas Tanti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here