Lahan Tertimbun Longsor, Kementan Ingatkan Petani Mukomuko untuk Manfaatkan Asuransi

0
11

MUKOMUKO – Lahan pertanian di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, kembali tertimbun longsor. Kementerian Pertanian pun mengingatkan petani untuk memanfaatkan asuransi agar terhindar dari kerugian.

Longsor susulan berisikan material tanah, napal dan pepohonan kayu menimbun persawahan padi milik warga Desa Lubuk Bangko, Kecaman Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, dalam kondisi seperti itu mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) adalah pilihan terbaik bagi petani untuk menjaga lahan.

“Jaminan terbaik untuk menjaga lahan pertanian adalah mendaftarkan lahan pertanian ke AUTP. Biar asuransi saja yang menjaga lahan kita. Jika ada musibah yang menyebabkan gagal panen, klaim asuransi akan menggantinya,” tuturnya, Sabtu (26/12/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan, dalam AUTP premi yang harus dibayarkan pun relatif terjangkau.

“Sedangkan nilai pertanggungan sebesar Rp 6.000.000/Ha/MT. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap serangan hama penyakit, banjir, dan kekeringan. Petani dijamin tidak akan merugi karena lahan sudah ter-cover asuransi,” katanya.

Sarwo Edhy menambahkan, keuntungan berasuransi adalah petani bisa segera melakukan tanam kembali. Karena, asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana yang bisa mengcover lahan pertanian dari berbagai ancaman.

Untuk mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), petani bisa bergabung dengan kelompok tani. Selain mendapatkan informasi, petani juga bisa dibantu mengisi formulir pendaftaran dengan mencantumkan NIK, luas lahan, dan jumlah petak yang diasuransikan. Setelah itu, data akan direkap koordinator dan disampaikan ke dinas pertanian untuk ditetapkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here