Kabupaten Gorontalo Dapat Bantuan 12 Unit Alsintan

0
289

GORONTALO – Bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kembali digelontorkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk petani Gorontalo. Kali ini bantuan diserahkan melalui aspirasi Anggota DPR Rachmat Gobel di Desa Bongomeme, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo.

Bantuan Alsintan dari Kementan berupa Power thresher 12 unit, di masing Kab/Kota @2 unit Power thresher multiguna 6 unit, di masing-masing Kab/Kota 1 unit, Power thresher multiguna mobile 12 unit, di masing-masing Kab/Kota 2 unit, Corn Sheller mobile 12 unit, di masing-masing Kab/Kota 2 unit.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pemberian Alsintan ini diberikan kepada 2 kategori. Kategori pertama adalah masyarakat yang merupakan Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA), Koperasi Petani dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) serta masyarakat tani.

“Kategori kedua adalah Pemda Provinsi, Kabupaten/Kota dan Korem/Kodim. Untuk itu, sebelum mengajukan bantuan Alsintan, kami akan pastikan petani sudah termasuk ke dalam dua kategori tersebut,” ujar Mentan SYL, Jumat (25/12).

Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan, sehingga peralatan mesin pertanian yang dibutuhkan dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu, juga untuk memastikan Alsintan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan.

“Karena bantuan Alsintan umumnya hanya akan diberikan kepada petani yang berkontribusi aktif terhadap peningkatan hasil pertanian untuk bangsa Indonesia,” tegas Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, apabila alsintan bisa dikelola dengan baik akan memberi penghasilan tambahan bagi Poktan atau Gapoktan. Poktan atau Gapoktan bisa membentuk UPJA, koperasi dan kelompok usaha bersama (KUB) untuk mengembangkan alsintan bantuan pemerintah.

“Alsintan yang dikelola UPJA di sejumlah daerah sudah banyak yang berhasil. UPJA terbukti bisa memberikan nilai tambah kepada poktan atau gapoktan,” kata Sarwo Edhy.

Menurut Sarwo Edhy, bantuan alsintan ke petani harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sebab, petani yang menggunakan alsintan usaha taninya lebih efektif dan efisien.

“Kalau dulu petani membajak sawah dengan alat tradisional butuh waktu 5-6 hari per hektare. Dengan memanfaatkan traktor, petani hanya butuh waktu 3 jam per ha. Sehingga, penggunaan alsintan 40 persen lebih efisien,” tuturnya.

Rachmat gobel mengatakan, bantuan Alsintan ini diberikan agar petani Gorontalo semakin produktif dalam memaksimalkan lahan dengan harapan mendapatkan hasil yang maksimal.

“Maka dibutuhkan alsintan yang modern untuk dipergunakan dalam mengelola pertanian. Dengan hadirnya kita di Komisi IV kita bisa berkontribusi bersama dengan pemerintah untuk membangun sektor pertanian,” kata Rachmat Gobel.

Rahim Danial salah satu anggota kelompok penerima merasa senang dengan adanya bantuan Alsintan. Menurutnya, alat pertanian modern ini memang sangat dibutuhkan petani untuk mendapatkan hasil maksimal.

“Saya mewakili Petani mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada pak Rachmat Gobel dan Kementan, alat seperti ini kami butuhkan agar dapat memaksimalkan hasil pertanian kami,” ungkapnya.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Sumadi menyampaikan apresiasinya kepada Rachmat Gobel atas kepeduliannya kepada petani di Gorontalo.

“Pak Rachmat Gobel selalu membantu masyarakat sejak dulu dan terkadang tidak banyak yang tau kalau beliau membantu,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here