Dua Rakor SIMURP Digelar PPIU NTB

0
26

LIPUTAN1.COM//LOMBOK – Untuk memaksimalkan program SIMURP, PPIU Nusa Tenggara Barat melakukan dua rapat koordinasi secara bersamaan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan ToT dan Tof SIMURP bagi petani.

Salah satu daerah di Nusa Tenggara Barat yang menjadi tempat kegiatan SIMURP adalah daerah irigasi DI Jurang Batu dan Jurang Sate di Lombok Tengah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, SIMURP memiliki banyak manfaat buat petani.

“Salah satu tujuan SIMURP adalah meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani melalui penerapan pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA). Oleh karena itu, harus dilakukan evaluasi agar ke depannya SIMURP bisa lebih maksimal,” tutur Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementerian Pertanian mengatakan SIMURP memiliki sejumlah kegiatan untuk meningkatkan pertanian.

Diantaranya Training of Trainer (ToT) bagi Penyuluh Kecamatan dan Training of Farmer (ToF).

“SIMURP bukan semata-semata ingin memberikan peningkatan produktivitas. Tetapi juga peningkatan kualitas SDM pertanian. Seperti melalui ToF dan ToT,” katanya

Kepala Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan NTB, Hendro, mengatakan tujuan SIMURP adalah meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman padi dengan

Pertemuan Evaluasi TOF dan TOT SIMURP berbasis CSA bertempat di Jayakarta Hotel, 21 – 22 Desember 2020. Narasumber pertemuan ini adalah konsultan SIMURP Kementerian Pertanian yang memberikan materi evaluasi program SIMURP tahun 2020 dan evaluasi pelaksanaan TOF dan TOT tahun 2020,

Narasumber lainnya adalah BPPSDMP Kementerian Pertanian dengan materi Rencana pelaksanaan Program SIMURP Tahun 2021.

Peserta sebanyak 40 orang terdiri dari alumni ToF dan alumni ToT dari masing-masing BPP Simurp, Dinas Pertanian Kab Lombok Tengah, dan Bapeltanbun Provinsi NTB.(NF/EZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here