Ketum PSSI Disarankan Lakukan Ini Untuk Jabatan Manajer Timnas U-19

0
12

JAKARTA – Mencuatnya isu jual beli jabatan manajer Timnas Indonesia U-19 menyedot perhatian publik. Kepercayaan kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan pun jadi terkikis.

Semuanya tak lepas dari beredarnya foto yang diduga sebagai bukti pembayaran untuk menjadi manajer Timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20 2021 mendatang. Posisi yang menggiurkan karena akan banyak mendapat sorotan dari media massa.

Budi Setiawan selaku Chief I’M Gen Z memberi pendapatnya mengenai hal ini. Dia menganggap PSSI dalam posisi dirugikan, sebab yang melakukannya adalah orang yang mengaku bukan sebagai pengurus PSSI.

Ke depan PSSI harus bertindak maju agar bisa kembali mendapatkan kepercayaan dari publik. Karena ini juga akan berdampak kepada antusiasme masyarakat menyambut Piala Dunia U-20 2021.

Salah satu cara yang ditawarkan Budi adalah melakukan penjaringan calon manajer secara terbuka. Dari sana publik bisa turut mengontrol proses pemilihan yang dilakukan.

Memang cara yang diajukan Budi itu tidak lazim dalam sepakbola. Tapi, karena kadung ada isu negatif, cara tersebut terbilang bisa memberi manfaat banyak, termasuk melindungi Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

“Ini untuk melindungi Ketua Umum PSSI, Iwan Bule. Nyatanya oknum yang bukan pengurus PSSI sampai bisa mengadali salah satu tokoh besar sepakbola Indonesia,” ujar Budi, dalam siaran pers yang diterima VIVA, Minggu malam 20 Desember 2020.

“Ini artinya lini pertahanan PSSI cukup rentan. Kita tentu tidak ingin Ketua Umum PSSI berumur pendek akibat dimakzulkan oleh anggota karena skandal ini,” imbuhnya.

Langkah selanjutnya yang mungkin dilakukan PSSI adalah membentuk tim untuk melakukan fit and proper test bagi calon manajer Timnas Indonesia U-19. Ini harus berjalan maksimal dengan pengawasan ketat, karena penyelenggaran Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

INAFOC selaku panitia pelaksana Piala Dunia U-20 2021 dianggap sebagai pihak yang tetap untuk merancang pembentukan lembaga tersebut. Karena nantinya mereka pula yang mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bagi manajer Timnas Indonesia U-19.

Budi mengusulkan anggota lembaga tersebut diisi dari berbagai elemen masyarakat. Perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggapnya tepat jika masuk menjadi salah satunya.

“Mengapa perlu ada KPK, karena ini ada uang APBN. Dan semangat KPK sekarang kan lebih kepada pencegahan. Tentunya ini semua sebagai wujud penghargaan terhadap komitmen Presiden Jokowi untuk sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi, mengulang atau bahkan melebihi Asian Games 2018,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here