Peternak Sapi di Babel Diharapkan Manfaatkan KUR

0
12

BABEL – Para peternak di Bangka Belitung (Babel) diharapkan dapat memanfaatkan secara optimal program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pengelolaan sapi. Hal ini agar para peternak dapat mengembangkan peternakannya lebih besar lagi.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kehadiran KUR adalah salah satu upaya negara untuk memastikan kesejahteraan bagi para petani di seluruh Indonesia dan membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

“Kami mendorong petani dan peternak agar berani memanfaatkan layanan program KUR yang disediakan negara, sebagai upaya negara meningkatkan kesejahteraan para petani di seluruh Indonesia,” kata Mentan SYL, Jumat (18/12).

Mentan SYL melanjutkan, dengan bunga yang hanya 6 persen per tahun ditambah kemudahan dalam mengakses pinjaman, skema KUR dinilai ramah bagi petani.

“Turunnya suku bunga KUR menjadi angin segar bagi petani. Dimana KUR untuk petani skemanya berbeda dengan KUR pada umumnya,” tambahnya.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, KUR dianggap lebih mudah diakses karena tidak memerlukan agunan. Padahal, KUR dengan plafon besar pun sebenarnya akan mudah diakses jika digunakan untuk pembelian alat.

“Plafon Rp 500 juta ke atas pun bisa diakses. Soalnya, ada agunannya berupa alat pertanian yang dibeli,” kata Sarwo Edhy.

Kepala Dinas Pertanian Bangka Belitung, Juaidi menjelaskan, kebutuhan sapi di Babel sangat tinggi. Terlebih, saat ini pemenuhan kebutuhan sapi didatangkan dari daerah luar.

“Dengan adanya produksi komoditas sapi secara mandiri diharapkan dapat mencukupi kebutuhan yang ada, serta dapat memunculkan peredaran uang,
sehingga perekonomian babel akan semakin menggeliat,” ujar Juaidi.

Dikatakannya, pada tahap awal program KUR, para peternak akan difasilitasi oleh mitra bank sebesar Rp 50 juta. Setelah berhasil, pada tahap selanjutnya para peternak diharapkan bisa mandiri dan dapat menggunakan fasilitas KUR yang lebih besar sehingga ada peningkatan.

“Tentu melalui sistem integrasi, dalam pengelolaan ternak ini juga dijamin oleh asuransi, sehingga dapat memberikan jaminan kepada para peternak. Pemprov babel juga telah menyiapkan offtaker untuk jaminan belinya,” ungkapnya.

“Dinas Pertanian Babel saat ini juga mendorong komoditas lainnya, untuk mencapai Babel Lumpat (Bangka Belitung Lumbung Pangan Asal Ternak),” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here